RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan teguran keras kepada perusahaan-perusahaan penyedia e-wallet atau dompet digital yang memfasilitasi judi online (judol).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, ada lima perusahaan dompet digital dan nilai transaksinya tembus triliunan.
“Kami tindak tegas jika membandel,” tegas Budi Arie di Jakarta, Jumat (11/10/2024).
Ketua Umum Projo ini menegaskan, pemberantasan judol menjadi program Pemerintah yang bakal berlanjut pada pemerintahan berikutnya. Sebab, judol adalah penipuan yang menyengsarakan rakyat, terutama kalangan bawah.
“Perekonomian nasional pun terancam tergerus parah jika judol dibiarkan,” ingatnya.
Baca juga : Gerindra Warning Menteri KIM
Selama sekitar 1,5 tahun menjabat Menkominfo, Budi Arie telah menurunkan aktivitas judol. Hingga 8 Oktober 2024, Kemenkominfo telah melakukan pemblokiran terhadap 3,7 juta situs judol.
Selain itu, Kemenkominfo bergerak cepat menindaklanjuti masalah promosi website judol yang dilakukan oleh salah seorang influencer di media sosial.
“Patroli siber terhadap aktivitas judol dan content promosi judol terus dilakukan,” ujar Budi Arie.
Dia menjelaskan, kecurigaan penggunaan dompet digital dalam transaksi judol bermula dari transaksi penambahan saldo (top-up) yang melonjak tiba-tiba. Apalagi, transaksi di dompet digital itu hanya satu arah, yaitu transaksi masuk, tanpa ada transaksi keluar.
Budi Arie menjelaskan, sasaran utama pemblokiran akun e-wallet adalah para bandar judol.
Baca juga : Andika Contek Debat Jakarta Luthfi Masih Belanja Masalah
“Selain itu, arus perputaran uang ke pemain judol akan menjadi sasaran selanjutnya,” tuturnya.
Budi Arie juga mengingatkan, perusahaan penyedia e-wallet harus mendata dengan jelas akun pengguna atau electronic Know Your Customer (eKYC). Ini sejalan dengan ketentuan Perlindungan Data Pribadi (PDP).
“Pengguna e-wallet harus terverifikasi saat membuka akun e-wallet supaya tidak digunakan untuk pelaku kejahatan,” ucapnya.
Sementara, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, dompet digital menawarkan kemudahan untuk para pemain judol.
Sebab, pembuatan akun dompet digital masih lebih mudah dibandingkan pembuatan rekening.
Baca juga : Usaha Pemerintah Mulai Buahkan Hasil
“Akun dompet digital susah terlacak meski tersambung dengan nomor ponsel,” katanya.
Selain itu, dia bilang biaya top up judol lewat dompet digital bisa lebih murah. Ditambah jangkauan top up juga sangat luas, karena bisa menjangkau desa-desa terpencil dengan agen-agen maupun top up pulsa.
“Jadi, mudah digunakan oleh pemain judol,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.