RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Pemerintah mengeliminasi malaria dari Indonesia mulai membuahkan hasil. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, sebanyak 77 persen kabupaten/kota telah berhasil mendapat sertifikat eliminasi malaria pada Juni 2024. Targetnya, tahun 2030 Indonesia bebas malaria.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Pemerintah akan terus berkomitmen mencapai status bebas malaria pada 2030, sebagaimana tercantum dalam Prioritas Pembangunan Nasional 2020-2024, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Upaya Pemberantasan Malaria.
Sejauh ini, kata mantan Dirut Bank Mandiri itu, Indonesia telah membuat langkah signifikan dalam upaya pemberantasan malaria. Buktinya, hingga Juni 2024 sebanyak 77 persen atau 398 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia telah menerima Sertifikat Eliminasi Malaria.
“Sisanya sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut. Sertifikat Eliminasi Malaria adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada daerah yang telah berhasil memberantas penularan malaria selama tiga tahun berturut-turut,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2024).
Baca juga : Senayan Usul Dibentuk Badan Pengawas Khusus
Lebih lanjut, dia mengatakan, Kemenkes telah meluncurkan Peta Jalan Eliminasi Malaria dan Pencegahan Penularan Kembali untuk periode 2025-2045, untuk “mempertebal garis” pemberantasan malaria di Tanah Air.
Menurut dia, peta jalan itu disusun dengan melibatkan para ahli dan profesional dari berbagai program kesehatan, kementerian/lembaga, serta organisasi sektor publik dan swasta.
“Tujuan utamanya, mencapai eliminasi malaria secara nasional. Peta jalan ini memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria,” cetusnya.
Budi menambahkan, selain meluncurkan Peta Jalan Eliminasi Malaria, Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya memerangi malaria. Di antaranya, memperkuat surveilans, menyebarkan alat rapid test dan mikroskop ke semua Puskesmas.
Baca juga : Bahlil: Ini Kampanye Hitam
“Tenaga kesehatan juga sudah dilatih untuk memeriksa hasil tes. Pemerintah telah memasang laboratorium PCR di 514 kabupaten/kota untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi kita. Kalau tidak terdeteksi (malaria), orang-orang bisa menularkan ke orang lain,” ujarnya.
Diketahui, malaria adalah penyakit menular yang disebabkan parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Selain menular, penyakit ini juga dapat mematikan.
Berdasarkan data WHO (World Health Organization), malaria menempati peringkat ketiga penyakit paling mematikan di dunia, dengan 2-3 juta kasus baru setiap tahun. Di Indonesia, kasus malaria tercatat 1,2 juta orang, dengan angka kematian mencapai sekitar 100 ribu orang per tahun.
Sementara, Penasihat Khusus Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi peluncuran peta jalan eliminasi malaria dari Kemenkes. Menurut dia, timeline dan target yang ditetapkan Pemerintah sangat realistis.
Baca juga : Pupuk Indonesia Targetkan Tambah Produksi 2 Juta Ton
“Saya sudah baca intisari dari peta jalan ini, beautiful, good initiative. Saya yakin, Indonesia bisa menjadi model di kawasan Asia-Pasifik dalam upaya memberantas malaria ini,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.