BREAKING NEWS
 

Program Kartu Prakerja Tekan Jumlah Pengangguran Gen Z

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 23 Oktober 2024 07:58 WIB
Peta sebaran penerima manfaat Kartu Prakerja 2020-2023. (Sumber: Prakerja.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Kartu Prakerja yang dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja berjalan dengan baik. Dimulai sejak April 2020, Kartu Prakerja menjadi salah satu program pendidikan vokasi atau pelatihan praktis paling sukses di Indonesia.

Sejak 2020 hingga Juni 2024, program ini telah mampu memberikan manfaat kepada 18,6 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia, termasuk Papua. Dalam data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, program Kartu Prakerja telah memberikan akses pelatihan inklusif. Termasuk kepada 51 persen peserta perempuan, 2 persen dari kabupaten/kota tertinggal, dan 3 persen dari penyandang disabilitas.

Di tahun 2024, Kartu Prakerja ditargetkan bertambah hingga 1,15 juta penerima manfaat. Khusus dalam program ini, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp 4,8 triliun, meningkat Rp 500 miliar dari tahun lalu, dalam bentuk beasiswa pelatihan tersebut.

Program ini efektif dalam membantu para pencari kerja dan pekerja yang terdampak pandemi untuk mendapatkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, membuka peluang baru, dan meningkatkan daya saing di bursa kerja.

Rina Margaretha (36 tahun), salah penerima manfaat Kartu Prakerja di 2022. Saat ini, Rina tengah menekuni usaha kerajinan tangan berupa aksesoris yang terbuat dari bahan daur ulang.

Pendidikan terakhir Rina adalah SMA. Ia tidak sempat melanjutkan kuliah, karena membantu orang tuanya untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Tak ingin hanya menikmati pekerjaan di lulusan SMA, Rina memutuskan mendaftar Kartu Prakerja Gelombang ke-23.

Baca juga : Bahlil: Ini Penilaian Objektif Pak Presiden

“Saya tertarik dengan program ini karena ingin belajar desain dan pemasaran online,” katanya, kepada Rakyat Merdeka.

Dia ingin meningkatkan kualitas produk dan menjangkau lebih banyak pembeli. Di program Kartu Prakerja, Rina mengikuti pelatihan desain grafis dan pemasaran digital. Menurut Rina, materi pelatihannya sangat bermanfaat dan mudah dipahami.

“Saya belajar membuat desain produk yang menarik dan cara memasarkannya melalui media sosial. Saya juga belajar tentang strategi SEO (Search Engine Optimization) untuk meningkatkan visibilitas produk saya di internet,” terangnya.

Dengan mendaftar di Program Kartu Prakerja, Rina mendapatkan banyak manfaat. Ia percaya diri untuk membuat desain produk yang menarik dan memasarkannya secara online.

Adsense

“Bersyukur, saat ini penjualan saya mulai meningkat di media sosial setelah mengikuti pelatihan. Bahkan tak hanya di media sosial, saya juga jualan di marketplace online. Saya juga mulai mendapatkan pelanggan baru dari luar daerah,” ungkapnya, senang.

Terdapat delapan kelas pelatihan di Kartu Prakerja yang paling diminati. Meliputi, Program Data Analis Inteligensi Bisnis (Data Analyst), Program Sales dan Digital Marketing, Program Data dan Teknologi (IT), Program Administrasi dan Perkantoran, Program Bisnis dan Wirausaha, Program Bahasa, Program Kesenian & Fotografi, dan Program Food and Beverage (F&B).

Baca juga : Menkes Harap Uji Klinis Vaksin Rampung 2028

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, Kartu Prakerja mampu mengurangi jumlah penduduk usia muda atau Gen Z yang sedang tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan (Not in Employment, Education, and Training/NEET). Pengurangan itu bisa dibuktikan dari turunnya angka NEET.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2020, sebanyak 24,28 persen dari 44,08 juta anak muda (usia 15-24 tahun) tergolong NEET atau tidak bersekolah, tidak bekerja, juga tidak sedang mengikuti pelatihan atau setara 10,7 juta. Sementara, pada Februari 2024, jumlahnya tinggal 19,3 persen atau setara dengan 8,5 juta anak muda.

"Ini terjadi penurunan terus menerus,” ujarnya.

Keberhasilan Kartu Prakerja diapresiasi Asian Development Bank (ADB), United Nations Development Programme (UNDP), Bank Dunia, Ratu Maxima dari Belanda, dan Ekonomi Amerika Jeffrey Sachs. Program Kartu Prakerja juga terpilih sebagai Sustainable Development Goals (SDGs) Action yang dipresentasikan di Markas Besar PBB dalam rangkaian SDGs Summit, pada 2023. Sebab, studi menunjukkan, 8 dari 17 pilar SDG diakselerasi Kartu Prakerja.

Keberhasilan Kartu Prakerja sejalan dengan meningkatnya daya saing tenaga kerja Indonesia, walau masih perlahan. Hasil riset yang dilakukan International Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) 2024 memperlihatkan, tahun ini tingkat daya saing keahlian sumber daya manusia (SDM) Indonesia naik ke peringkat 46 dunia dari sebelumnya di peringkat 47 di 2023.

WTR melakukan pemeringkatan berdasarkan tingkat kemampuan dan keahlian tenaga kerja di suatu negara. Khususnya yakni kemampuan dalam hal mengisi lowongan pekerjaan baru dan kemampuan bisnis mengembangkan keterampilan karyawan yang ada.

Baca juga : Masyarakat Bisa Bertanya Langsung Ke Cagub-Cawagub

Di tingkat ASEAN, daya saing tenaga kerja Indonesia berada di urutan ketiga di bawah Singapura (peringkat 2 dunia) dan Malaysia (peringkat 33 dunia). Di bawah Indonesia Thailand (peringkat 47 dunia), dan Filipina (peringkat 63 dunia).

Platform pengembangan dan pengelolaan SDM global, Remote, menilai pasar tenaga kerja semakin membaik usai pandemi dan pulihnya ekonomi. “Kami melihat dari tahun ke tahun, potensi dan kapasitas tenaga kerja Indonesia terus menguat seiring dengan peningkatan pendidikan yang mereka terima baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar CEO dan Rekan Pendiri Remote, Job van der Voort, dalam laporannya, Sabtu (3/1/2024).

Menurut Voort, pasar tenaga kerja Indonesia bisa didorong untuk meningkatkan perekonomian domestik. “Permintaan global akan talenta-talenta Indonesia terus meningkat seiring dengan percepatan perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense