Dark/Light Mode

Tekan Jumlah Kasus TBC Di Indonesia

Menkes Harap Uji Klinis Vaksin Rampung 2028

Rabu, 23 Oktober 2024 07:25 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Indonesia tengah mengikuti uji klinis tiga vaksin Tuberkulosis (TBC). Dia berharap, uji klinis itu rampung tahun 2028 agar pemberantasan penyakit tersebut berjalan dengan baik.

Budi mengaku mendapat sejumlah tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya, menekan jumlah kasus TBC di Indonesia.

“Ini penyakit menular yang kematiannya paling banyak di dunia, jauh di atas Covid-19. Sudah 1 miliar orang meninggal (akibat TBC) sejak 100 tahun yang lalu,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, dikutip, Selasa (22/10/2024).

Dia menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru. Namun, tidak jarang bakteri ini dapat memengaruhi organ tubuh lainnya.

Baca juga : Masyarakat Bisa Bertanya Langsung Ke Cagub-Cawagub

Soal jumlah kasus TBC di Indonesia, Budi tidak menyebutkan jumlahnya. Tapi dia mengklaim, kasus TBC di Tanah Air menjadi yang terbesar kedua di dunia.

“Penyakit ini nggak hilang-hilang di Indonesia. Kita itu tertinggi kedua di dunia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Dirut Bank Mandiri ini menyatakan, usaha pemberantasan TBC di Tanah Air menjadi salah satu fokus Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan, pemberantasan penyakit ini akan diiringi dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Sebagai usaha memberantas TBC, lanjut dia, Indonesia sudah aktif dalam uji klinis tiga vaksin TBC. Pertama, vaksin yang dikembangkan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF). Vaksin ini memanfaatkan protein rekombinan.

Baca juga : Optimalkan Pertumbuhan UMKM Agar Berdaya Saing

Kedua, kata Budi, vaksin yang dikembangkan melalui kerja sama perusahaan farmasi asal China, CanSinoBio dan perusahaan biofarmasi asal Indonesia, Etana. Pengembangan vaksin ini menggunakan vektor virus dan sedang uji klinis fase pertama.

Terakhir, vaksin besutan bioteknologi asal Jerman, BioNTech dan perusahaan farmasi asal Indonesia, Biofarma. “Vaksin ini menggunakan teknologi mRNA,” ungkapnya.

Budi meyakini, vaksin dapat menjadi solusi perlindungan ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat. Termasuk mengurangi dampak ekonomi akibat biaya perawatan kesehatan dan kehilangan produktivitas. Dia pun berharap, uji klinis tiga vaksin TBC di Indonesia rampung pada 2028.

“Mudah-mudahan tahun 2029 sudah bisa digunakan umum. Tiga sudah jalan sekarang di Indonesia. Kita adalah satu dari tujuh negara yang lakukan ini,” harapnya.

Baca juga : 15 Kelurahan Nggak Punya Puskesmas, Layanan Kesehatan Di DKI Belum Merata

Selain pemberantasan TBC, Budi juga mendapat tugas dari Presiden Prabowo melaksanakan program skrining kesehatan untuk seluruh masyarakat. Program ini bertujuan menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya mengobati yang sudah sakit.

“Tugas kedua, Presiden Prabowo meminta mempercepat pembangunan rumah sakit di daerah terpencil dan tertinggal,” tandasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.