BREAKING NEWS
 

Eksklusif Dengan Menko PMK Pratikno

Presiden Ingin Demokrasi Yang Bisa Dirasakan Rakyat

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Kamis, 21 November 2024 08:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Menarik sekali mengenai rencana digitalisasi penanga­nan dan pencegahan stunting. Bagaimana mengintegrasikan ini secara nasional?

Beberapa kabupaten sudah menjalankan ini. Bahkan, di dashboard Pemda bukan hanya by name by address juga ada fo­to kondisi rumahnya. Jadi, yang kita butuhkan sekarang adalah konsolidasi data dan menginte­grasikannya. Tentu saja dengan pemanfaatan teknologi artifi­cial intelligence, sehingga bisa dilakukan analisis.

Kami terus berkomunikasi dengan BIG, BKKBN, Kemen­terian Kesehatan (Kemenkes), juga dengan Badan Pusat Statis­tik (BPS). Misalkan kita butuh payung hukum lebih kuat, saya akan lapor ke Presiden. Tapi yang jelas, ini sangat mung­kin kita lakukan. Kita punya pengalaman yang baik untuk melakukan hal semacam ini.

Apakah dashboard untuk memantau program ini, com­mand centre-nya akan berada di Kemenko PMK?

Baca juga : Gibran: Jangan Terpecah Karena Perbedaan Politik

Kami mencoba menginisiasi ini dan sudah menyampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas. Namun perlu di­catat, penanganan stunting tidak hanya melibatkan kementerian yang berada di bawah koordi­nasi Menko PMK.

Kementerian yang ada di bawah Kemenko PMK ini kan ada delapan. Yaitu Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemen­dikti Saintek), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian PPPA, serta Kementerian Kebu­dayaan.

Sementara urusan stunting, sebagian ada di tempat yang lain. Seperti di Kementerian PU dan level otonomi dae­rah, termasuk Pemprov dan Pemkab.

Jadi, apakah dashboard akan berada di sini atau di tempat lain, itu tidak menjadi ma­salah. Yang terpenting adalah koordinasi dengan berbagai stakeholders. Bukan hanya ke­menterian yang ada di bawah koordinasi Menko PMK. Karena pada dasarnya, kita berada dalam satu pemerintahan. Saya yakin, ini bisa dilakukan.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Sekitar 4-5 Persen, Karena Perusahaan Sedang Sulit

Bagaimana dengan proses komunikasi antar Menko? Apakah sudah berjalan dengan baik?

Proses komunikasi antar Menko sudah berjalan dengan sangat baik. Kami memiliki grup komunikasi antar Menko. Contohnya, saat ini kami se­dang membahas persiapan libur Natal dan Tahun Baru. Yang melibatkan banyak kegiatan keagamaan, yang ditangani oleh Kemenag. Sementara yang terkait transportasi dan perhubungan, ditangani oleh ke­menterian lain. Begitu juga isu tentang ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok. Itu melibatkan kementerian lain.

Kami juga memiliki grup ko­munikasi internal di Kemenko, yang terhubung dengan kabi­net. Semua berjalan dengan sangat intensif, dan kami saling berkoordinasi dengan baik.

Beberapa kementerian ma­sih merapikan nomenklatur. Bagaimana sinkronisasinya?

Baca juga : Muzani Ajak Rakyat Guyub

Setahu saya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Menteri Keuangan, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sudah bekerja keras luar biasa dalam memper­siapkan transisi pemerintahan. Bahkan, sebelum kabinet baru terbentuk. Beberapa lembaga, seperti Badan Gizi Nasional, sudah dibentuk sebelum kabi­net baru. Jadi, Kementerian PAN RB, Kemenkeu, dan Ke­mensesneg sebenarnya sudah mempersiapkan transisi pemerintahan, termasuk penyiapan kelembagaan, sejak sebelum kabinet baru dilantik.

Setelah kabinet baru terben­tuk, Presiden Prabowo mener­bitkan Perpres yang memuat nama-nama menteri dan ke­menterian. Setelah itu, proses penyesuaian nomenklatur ke­menterian dimulai. Nomenklatur kementerian ini harus dijabar­kan dalam SOP masing-masing kementerian, termasuk pemben­tukan struktur eselon satu dan eselon dua. Proses ini sedang berlangsung, dan sebagian be­sar sudah selesai.

Menurut saya, transisi ini berjalan sangat cepat dan tidak mengganggu program-program cepat yang sudah direncanakan. Program-program quick wins tetap berjalan sesuai rencana.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 21 November 2024 dengan judul Eksklusif Dengan Menko PMK Pratikno, Presiden Ingin Demokrasi Yang Bisa Dirasakan Rakyat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense