BREAKING NEWS
 

Menkes: RS Jantung Canggih Akan Dilengkapi Dokter Ahli

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Minggu, 24 November 2024 07:35 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengecek pembangunan Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates-Indonesia di Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/11/2024). RS ini telah dibangun sejak akhir 2023 menggunakan dana hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 15 juta dolar AS atau setara Rp 230 miliar.

BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin melihat beberapa fasili­tas di RS hingga ke lantai 3 bangunan. Mulai dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang operasi, ruang rawat inap, ruang konsultasi, ruang obser­vasi monitoring, kamar khusus treadmill, prosedur jantung, dan prosedur neurologi.

Kemudian, kamar VIP, perawatan umum, kamar isolasi, ruang operasi, unit perawatan koroner, ruang Pediatric Inten­sive Care Unit (PICU), Intensive Care Unit (ICU), Data Service Unit (DSU), IGD, dan fasilitas lainnya.

Menkes mengaku kagum dengan hasil pembangunan RS Kardiologi Emirates-Indonesia ini.

Dia berharap, semua RS milik Kemenkes dan Pemda sama bagusnya dengan RS Kardiologi Emirates-Indonesia. Baik dari segi desain, maupun fasilitas.

Baca juga : Kader Beringin Diimbau Solid Besarkan Partai

“Sehingga masyarakat yang sakit, ke sini langsung sehat. Kita ingin masyarakat tetap sehat,” ujar Budi.

Ia memastikan RS ini akan rampung dikerjakan paling lam­bat satu bulan lagi. Setelah bangunan jadi, kata Menkes, Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan dokter ahli untuk satu-satunya RS khusus jan­tung di Indonesia itu. Caranya, dengan memindahkan sebagian dokter dari RSUP Dr. Sardjito.

Cara tersebut dinilai menjadi yang paling efektif agar RS Kar­diologi Emirates-Indonesia bisa segera melayani pasien dengan target kurang dari 3 bulan.

Adsense

“Kami sudah bicara dengan RS Dr. Sardjito cara yang paling cepat adalah menaruh ahli-ahli dan perawatnya ke situ (Solo), sehingga langsung bisa beroperasi,” ungkapnya.

Eks Direktur Utama Bank Mandiri ini menilai, pemindahan dokter ahli RS Sardjito efektif untuk memastikan kualitas dok­ter yang ada di RS Kardiologi Emirates-Indonesia.

Baca juga : BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

“Saya juga tidak mau cari dokter baru, nanti dapatnya tidak pengalaman atau praktiknya sudah kebanyakan,” tegas Budi.

Dia menjelaskan, saat RS Kardiologi Emirates-Indonesia beroperasi, pengelolaannya akan berada di bawah Kemenkes se­lama 2 tahun. Setelahnya akan ada pembicaraan lanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono me­nambahkan, pengerjaan RS Kar­diologi Emirates-Indonesia ham­pir 100 persen selesai. Setelah itu akan ada serah terima dari UEA kepada Kemenkes.

“RS ini akan dikelola Kemenkes, detail teknisnya belum kita bicarakan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar menegaskan, meski memiliki teknologi canggih, RS ini tetap melayani pasien BPJS Kesehatan.

Baca juga : Lutfi Nyoblos Di Solo, Andika Di Semarang

“Jangan khawatir karena me­mang untuk masyarakat,” ucap­nya.

Yunita berharap, dengan adanya RS ini masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri. Selama ini, kata dia, di Jawa Tengah belum ada RS yang khusus penyakit jantung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense