BREAKING NEWS
 

Evaluasi Nataru, BG Minta Pelayanan Daerah Bencana dam Waspadai Uang Palsu

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 27 Desember 2024 16:34 WIB
Foto: Humas Kemenko Polkam.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar evaluasi pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Dalam evaluasi tersebut, Menko Polkam Budi Gunawan menyoroti dua hal yaitu, layanan bencana alam saat Nataru dan maraknya peredaran uang palsu.

Baca juga : Libur Nataru, Kapolri Minta Jajarannya Tingkatkan Patroli Di Jalur Wisata

BG, sapaan akrab Budi Gunawan, meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta operator telekomunikasi memastikan layanan komunikasi, terutama di wilayah rawan bencana, tetap berjalan dengan baik.

Adsense

Dia mengingatkan, hal ini sangat diperlukan untuk mendukung upaya penyelamatan dan koordinasi lapangan.

Baca juga : Jelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Aman di Regional JBB

"Kami meminta Komdigi dan seluruh operator telekomunikasi untuk memprioritaskan stabilitas jaringan di daerah yang terdampak bencana. Layanan komunikasi yang andal sangat penting untuk mendukung upaya penyelamatan dan koordinasi di lapangan," kata BG dalam rapat evaluasi pengamanan Nataru 2025, di kantornya, Jakarta, Jumat (27/12/2024).

Selain itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mewanti-wanti kepada masyarakat dan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait peredaran uang palsu yang berpotensi meningkat selama periode libur Nataru, khususnya saat melakukan transaksi tunai.

Baca juga : Cek Kelancaran Angkutan Nataru, Wamen BUMN Apresiasi Pelayanan di Bandara Halim

BG menegaskan, jajaran keamanan, termasuk TNI dan Polri untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran uang palsu, khususnya di tempat-tempat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan transportasi umum.

"Pastikan uang yang diterima dalam transaksi adalah uang asli. Jika menemukan dugaan peredaran uang palsu, segera laporkan kepada pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense