Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Nataru, PKB Minta BPOM Awasi Masa Kadaluwarsa Parcel
Minggu, 22 Desember 2024 10:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran parcel jelang Natal dan Tahun Baru. Jangan sampai produk kadaluwarsa masuk paket parcel yang diperjualbelikan pedagang di pasaran.
“Pengawasan dan inspeksi terhadap produk parcel terutama makanan dan minuman harus dilakukan. Jangan sampai ada produk kadarluarsa dan tidak layak konsumsi yang ada di parcel,” kata Arzeti, di Jakarta (22/12/2024).
Dia mengatakan parcel yang beredar di pasaran harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan. BPOM, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah perlu mengadakan kampanye edukasi untuk masyarakat dan produsen mengenai pentingnya keamanan pangan dan prosedur standar yang harus dipatuhi.
Baca juga : Jelang Nataru, Kapolri Pastikan SOP Penyelamatan Di Merak
“Kami juga meminta UMKM memastikan semua produk yang dimasukkan dalam parcel memenuhi standar kualitas dan kesehatan, “ ucap perempuan kelahiran Lampung, 4 September 1973.
Produk yang dimasukkan di dalam parcel, kata Arzeti, harus menggunakan kemasan yang aman dan higienis. Selain itu harus disertakan informasi yang jelas mengenai produk dan menjaga kebersihan dan keamanan dalam proses produksi.
Legislator dari Jatim I ini meminta agar konsumen juga lebih berhati-hati dan waspada dalam memilih parcel. Sebelum membeli, ia menyarankan agar konsumen memeriksa kondisi kemasan dan tanggal kadarluarsa setiap produk. Konsumen diminta tak ragu untuk melaporkan jika menemukan produk dalam parcel yang tidak memenuhi standar pangan.
Baca juga : Jelang Nataru, 37 Bandara Stand By Beroperasi 24 Jam
“Belilah parcel dari penjual yang terpercaya. Jangan konsumsi produk kadarluarsa dan tidak layak,” katanya.
Pemberian parcel Natal dan Tahun Baru ini, katanya, merupakan salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya UMKM. Oleh karena itu, ia berharap pembuatan dan distribusi parcel juga melibatkan UMKM.
Produk-produk yang dimasukkan ke dalam parcek juga bisa merupakan produk khas daerah masing-masing.
Baca juga : Sambut Nataru, PLN EPI Perkuat Pasokan Energi Primer, Jaga Kehandalan Listrik
“Ini jauh lebih positif dibandingkan membuat parsel dengan membeli barang-barang dari minimarket konvensional, karena tidak melibatkan atau membantu UMKM,” tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya