RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang membuka peluang untuk merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan Impor. Langkah ini dianggap sebagai awal yang positif untuk mendukung sektor manufaktur di tahun 2025.
“Alhamdulillah… Terima kasih kepada Kemendag atas niat merevisi Permendag 8. Ini sesuatu yang positif di awal 2025,” ujar Agus melalui pesan WhatsApp pada Senin (6/1/2025).
Baca juga : DPRD Jakarta Kebut Revisi Perda Pendidikan Untuk Sekolah Gratis
Agus menegaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap memberikan masukan terkait revisi aturan tersebut untuk memastikan kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri manufaktur. “Kami memang sudah pernah diajak diskusi,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, sinergi antara Kemenperin dan Kemendag dalam proses revisi ini menunjukkan koordinasi yang baik di bawah Kabinet Merah Putih. “Ini merupakan bukti bahwa koordinasi di dalam Kabinet Merah Putih berjalan dengan baik,” kata Agus.
Baca juga : Menag Dorong Keterwakilan Perempuan 20 Persen di Pemerintahan
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pihaknya membuka peluang revisi Permendag 8. “(Permendag 8) bisa diubah tergantung hasil review-nya. Ini makanya kami terus diskusi,” ujar Budi dalam konferensi pers “Capaian 2024 dan Program Kerja 2025” di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (6/1/2025).
Ia menambahkan, kebijakan perdagangan harus bersifat dinamis untuk menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi dalam negeri. Pemerintah, lanjutnya, terbuka terhadap masukan masyarakat dan pelaku usaha untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.
Baca juga : MUI Dukung Komdigi Perangi Judol dan Pinjol Ilegal
Peninjauan terhadap Permendag 8 sudah melibatkan Kemenperin, dan rencananya akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi minggu ini. Selain itu, evaluasi terhadap regulasi lainnya juga sedang berlangsung, termasuk diskusi dengan industri hulu-hilir.
“Kami juga rapat dengan industri hulu-hilir, ini untuk evaluasi ke depannya seperti apa. Kalau misalnya harus diubah, ya, kami ubah,” tegas Budi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.