Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Kartu Janda, Pengamat: Lebih Baik Pemuda Diberikan Bekal Keterampilan
Rabu, 13 November 2024 14:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin, menilai, usul janda kaya menikahi pemuda miskin yang dilontarkan calon wakil gubernur Jakarta Suswono, merupakan gagasan jauh dari realistis.
"Tidak semudah itu dalam perjodohan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk kecocokan personal, bukan hanya status ekonomi. Belum lagi soal apakah mereka berjodoh atau tidak, itu bukan hal yang bisa dipaksakan," ujar Ujang, Rabu (13/11/2024).
Ia pun mempertanyakan dasar gagasan ini, terutama terkait dengan data janda kaya dan pemuda miskin di Jakarta.
Tanpa data yang jelas, ia berpendapat bahwa gagasan ini hanya terlihat sebagai janji politik kosong.
Diingatkannya, penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan ide-ide instan yang tidak didukung data dan riset.
Di Jakarta, kemiskinan mencakup lebih dari sekadar kurangnya uang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa per Maret 2023, angka kemiskinan mencapai 4,47 persen atau sekitar 492 ribu orang.
Baca juga : Karate-do Tako Indonesia Sematkan Ban Hitam Ke Pramono
Masalah kemiskinan di Jakarta tidak hanya terkait dengan kesenjangan ekonomi, tetapi juga mencakup kurangnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.
Menurut Ujang, solusi kemiskinan seharusnya menyentuh akar masalah, bukan melalui pernikahan sebagai jalan pintas.
Ujang menyebut, program seperti ini mengesankan seolah-olah kemiskinan dapat diatasi dengan cara-cara instan yang justru dapat memperburuk keadaan.
Kalau pernikahan tersebut tidak berlandaskan kecocokan yang kuat, justru rentan untuk mengalami kegagalan, yang pada akhirnya malah memperparah kondisi sosial ekonomi.
Menurut Ujang, fokus kebijakan seharusnya lebih diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan keterampilan.
Ia menyarankan agar pemuda miskin diberikan pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan kemampuan dan membuka peluang ekonomi baru.
Baca juga : Gandeng Nobu Bank, Orderkuota Luncurkan Rekening Digital Madera
Solusi ini, menurutnya, lebih tepat sasaran dibanding mengandalkan pernikahan.
Ujang juga menyoroti dampak negatif pada tatanan sosial akibat ide ini. Menjadikan pernikahan sebagai alat untuk mengentaskan kemiskinan, tanpa mempertimbangkan nilai-nilai personal, dikhawatirkan akan merusak esensi pernikahan itu sendiri.
Menurutnya, gagasan ini lebih menyerupai gimik politik yang tidak memiliki dasar kajian ilmiah yang kuat.
Ia menyarankan agar fokus kampanye diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin melalui penyediaan lapangan pekerjaan, akses pendidikan, dan fasilitas kesehatan yang layak.
"Masyarakat miskin butuh solusi konkret, bukan sekadar wacana yang tidak berdasar," tandas Ujang.
Usulan pernikahan antara janda kaya dan pemuda miskin itu menuai banyak kritik. Ide ini dianggap kurang relevan dan mengabaikan realitas kompleks masalah kemiskinan di Jakarta.
Baca juga : Pengamat: Naturalisasi Pemain Sebuah Keniscayaan dalam Sepak Bola
Sebagai informasi, ide Suswono itu disampaikannya saat membahas program kartu anak yatim, pada 26 Oktober 2024.
Akibat pernyataan Suswono, Organisasi masyarakat Betawi Bangkit melaporkan Suswono atas dugaan penistaan agama.
Bawaslu sendiri telah menerbitkan formulir laporan bernomor 012/PL/PG/Prov/12.00/X/2024 dengan identitas pelapor David Darmawan. Dalam laporan tersebut, Suswono dilaporkan atas dugaan tindak pidana penistaan agama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya