BREAKING NEWS
 

KUH Bertemu Saudi Airlines, Bahas Layanan Kesehatan Jemaah Umrah di Pesawat

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 30 Januari 2025 14:16 WIB
Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam (kiri) bertemu Manager Medical Services On Board Saudi Airlines, Loui H Basffar. (Foto: Dok. KUH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bertemu dengan pihak Saudia Airline, di Jeddah, Selasa (28/1/2025). Pertemuan membahas upaya peningkatan layanan penanganan jemaah umrah yang sakit dan memerlukan perlakuan khusus selama penerbangan.

Dari KUH, hadir Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, beserta jajarannya. Sementara, dari pihak Saudia Airline, hadir Manager Medical Services On Board, Loui H Basffar, beserta tim.

Nasrullah menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini dengan pihak Saudia Airline. Dia mengharapkan, peningkatan pelayanan dari Saudi Airlines, terutama untuk jemaah umrah yang memerlukan kebutuhan khusus terkait kondisi kesehatan mereka saat terbang ke Indonesia.

Baca juga : Berbagi Saat Imlek, BRI Peduli Salurkan Bantuan Sembako Bagi Warga di Tangerang & Singkawang

“Pertemuan ini bertujuan untuk menyempurnakan prosedur dan layanan yang diberikan kepada jemaah umrah agar setiap individu dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Nasrullah, seperti keterangan resmi Kementerian Agama (Kemenag), yang diterima redaksi, Kamis (30/1/2025).

Adsense

“Kami mendiskusikan berbagai isu penting seputar kesehatan jemaah umrah, termasuk penanganan medis selama penerbangan, fasilitas yang tersedia di pesawat, serta kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki jemaah tertentu,” sambung Nasrullah.

Manager Medical Services On Board, Loui H Basffar, menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan yang sesuai dan memadai guna memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua jemaah umrah, terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Baca juga : Pemerintah Sayang Rakyat

“Kami memahami bahwa perjalanan umrah adalah momen yang sangat penting bagi jemaah, dan kesehatan mereka adalah prioritas utama kami,” ujar Loui H Basffar, Manager Medical Services On Board dari pihak Saudia.

Loui H Basffar menambahkan, pasien umrah yang sakit harus menyerahkan formulir informasi Medis (MEDIF). Menurutnya, penumpang pasien umrah yang sakit dan menggunakan tabung oksigen kesehatan seberat 6L, diperbolehkan di dalam pesawat Saudia Airlines. Selain itu, pihak Saudia akan memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antara jemaah umrah, petugas kesehatan, dan awak penerbangan selama perjalanan.

Melalui kerja sama yang solid antara Saudia dan KUH, Nasrullah berharap pengalaman ibadah jemaah umrah dapat terlaksana dengan baik. “Komunikasi yang menyeluruh antara biro perjalanan (PPIU, Syarikat), pihak maskapai, dan KUH menjadi kunci dari pelayanan optimal bagi jemaah umrah yang sakit dan harus pulang ke Tanah Air,” tutup Nasrullah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense