BREAKING NEWS
 

Musnahkan 10 Ton Benih Jagung Thailand

Barantin Selamatkan Potensi Kerugian Petani Rp 6 Triliun

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 13 Februari 2025 10:38 WIB
Balai Karantina DKI Jakarta melakukan pemusnahan 10 ton benih jagung mengandung bakteri di Purwakarta, pada 24 Januari lalu. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Karantina (Barantin) DKI Jakarta melakukan pemusnahan terhadap 10 ton benih jagung impor dilakukan lantaran benih-benih jagung impor tersebut dinyatakan telah terinfeksi bakteri Pseudomonas Syringae Pv. Syringae, yang merupakan virus kategori Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1.

Adapun OPTK Kategori A1 ini adalah merupakan jenis bakteri penyakit yang belum ada di Indonesia. Dari kegiatan pemusnahan ini, Badan Karantina menyelamatkan potensi kerugian petani kurang lebih Rp 6 triliun andaikan benih jagung ini masuk ke Indonesia.

Kepala Barantin Sahat M. Panggabean menegaskan kebijakan pemusnahan terhadap benih-benih jagung tersebut dilakukan setelah hasil analisis laboratorium ditemukan hama penyakit kategori A1.

Kategori A1 ini berarti, jenis penyakit tersebut adalah jenis baru dan belum ada di Indonesia. Sahat memastikan sistem pelayanan yang ada di Karantina seluruhnya sudah dilakukan secara digital. Pelaksanaannya pun sudah berjalan dengan baik. Sehingga melalui sistem digitalisasi ini, pihaknya bisa mengetahui barang-barang yang mau masuk ke Indonesia.

Baca juga : Barantin Selamatkan Petani

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa komoditi baik yang masuk maupun yang keluar memenuhi syarat-syarat karantina utamanya bebas penyakit.

Kemudian digitalisasi di Barantin ini juga sekaligus memastikan bahwa aparat Karantina di lapangan, baik di bandara maupun di pelabuhan atau di manapun, itu bisa bekerja dengan baik.

"Nah ini bibit jagung yang dari Thailand ini, ternyata mengandung hama penyakit Kategori A1, artinya ini belum ada di Indonesia nih," ujarnya saat berbincang dengan RM.id melalui saluran telepon, Rabu (12/2/2025).

Sahat menegaskan, kebijakan pemusnahan ini diambil untuk memastikan hama penyakit yang dibawa benih tersebut tidak masuk ke Indonesia. Sebab jika hama penyakit tersebut masuk, tentu akan berdampak besar bagi masyarakat terutama dari sisi ekonomi bagi petani.

Baca juga : Airlangga: RI-UEA Sepakat Dongkrak Kerja Sama Perdagangan Rp 163,63 Triliun

Sebab jika bibit-bibit tersebut sampai digunakan oleh masyarakat, maka hama bawaan dari benih tersebut bisa menyebar ke tanaman-tanaman lainnya di Indonesia.

Adsense

"Nah karantina punya opsi kalau hama penyakit seperti itu harus kita musunahkan. Karena takutnya kalau kita tolak ke negara asal, mana tahu nanti akan datang lagi melalui pelabuhan-pelabuhan lainnya. Jadi ini kita musunahkan dengan kewenangan yang ada di Undang-Undang Karantina kita," ungkapnya.

Karena itu, dia memberikan apresiasi atas kerja-kerja aparatnya di bawah yang telah bekerja maksimal mencegah hama penyakit tersebut masuk ke Indonesia.

"Saya pikir inilah yang kita lihat bahwa teman-teman Karantina di lapangan itu sudah bekerja dengan baik. Berapapun yang kita temukan, mau ton-tonan atau kilo pun segala macam, sepanjang dia mengandung penyakit atau pencemar dan segala macam yang tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia ini, itu harus segera kita musunahkan di lapangan tentunya, di pelabuhan gitu ya," ujarnya.

Baca juga : Kerugian Negara Capai Rp 10 Miliar

Atas kejadian ini, Sahat mengajak para pelaku usaha untuk berbisnis sesuai dengan regulasi yang ada di Indonesia. Supaya semua komoditi ini arus distribusinya lancar, baik masuk ataupun keluar ke Indonesia.

"Jadi teman-teman media tolong sampaikan juga ke para pelaku usaha, tolonglah berbisnis sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara kita atau di negara mitra kita, supaya semuanya lancar pergerakan komoditi itu. Supaya jangan ada yang dirugikanlah. Kita karantina ini kan juga bukan ingin menghambat, tapi kan kita pastikan yang masuk ke Indonesia ini semuanya itu sehat, aman dan baik kondisinya," tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense