Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertumbuhan Ekonomi Turun Ke 4,95 Persen
Pemerintah Sedang Cari Cara Selamatkan Kelas Menengah
Rabu, 6 November 2024 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk pertama kali, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/11/2024). Dalam rapat tersebut, lembaga yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan itu, membahas soal ekonomi. Salah satunya, fokus pemerintah selamatkan ekonomi kelas menengah.
Rapat ini digelar beberapa jam usai Prabowo melantik jajaran pengurus DEN, di Istana Negara. Mereka yang dilantik adalah Marie Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua DEN dan jajara anggota yang terdiri dari M Chatib Basri, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Arief Anshory Yusuf, serta Sekretaris Eksekutif Septian Hario Seto, dan Direktur Eksekutif Firman Hidayat.
Rapat membahas upaya pemerintah mengamankan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024. Karena menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 sebesar 4,95 persen year on year (YoY). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,05 persen YoY.
Baca juga : Antusiasme Anak Muda Mendukung Penggunaan Kendaraan Listrik
Usai rapat, Mari Elka menjelaskan apa saja yang dibahas dalam rapat bersama Presiden. Kata dia, berdasarkan hasil analisa DEN, salah satu sebab turunnya pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 karena menurunnya daya beli kelas menengah.
“Jadi menjaga daya beli itu salah satu rekomendasi yang kita sampaikan,” ujar Mari Elka, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/11).
Menteri Perdagangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, DEN juga merekomendasikan agar mengoptimalkan belanja pemerintah karena itu juga akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi. DEN juga membahas soal program jangka pendek dan menengah yang harus dilakukan pemerintah.
Baca juga : PM Wong: Pak Prabowo Teman Baik Singapura
“Bagaimana meningkatkan, memperbaiki iklim investasi, karena untuk tumbuh lebih tinggi, kita memerlukan investasi,” jelas Mari Elka.
Terkait dengan kebijakan yang langsung menyentuh rakyat, DEN akan mencari program stimulus. Misalnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang selama ini sudah dilakukan.
Lagipula, harga pangan relatif masih tinggi. Mari Elka khawatir inflasi terkerek jika harga minyak dunia meningkat. Mengingat, kondisi saat ini sedang terjadi pelemahan daya beli.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Genjot Ekonomi Lokal
“Jadi, baik di tingkat menengah, terutama, kalau di tingkat bawah kan sudah ada Bansos, ada BLT. Ini bagaimana mengatasi yang di kelas menengah ini. Itu nanti mungkin sedang dibahas lah kira-kira programnya seperti apa,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya