Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba Bersih Bank Mandiri Meroket 7,56 Persen Capai Rp 42 Triliun
Rabu, 30 Oktober 2024 17:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ditopang perluasan ekosistem berbasis digital dan optimalisasi bisnis pada perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan, laba bersih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri berhasil tembus Rp 42 triliun atau melesat 7,56 persen secara year on year (yoy).
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, fungsi intermediasi tersebut diimbangi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara konsolidasi yang tumbuh sebesar 14,9 persen yoy menjadi Rp 1.667,5 triliun.
Peningkatan DPK tersebut antara lain ditopang oleh pertumbuhan dana giro yang meningkat 17,8 persen menjadi Rp 596 triliun dan tabungan yang melesat 12,6 persen menjadi Rp 635 triliun.
“Capaian ini juga didukung realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai 20,8 persen secara yoy menjadi Rp 1.590 triliun per kuartal III tahun 2024,” katanya dalam paparan kinerja kuartal III-2024 secara virtual, Rabu (30/10/2024).
Baca juga : Laba CIMB Niaga Melonjak 5,1 Persen Ke Angka Rp 6,6 Triliun
Darmawan menuturkan, pertumbuhan ini antara lain ditopang oleh kredit segmen wholesale yang merupakan core business Bank Mandiri.
Capaian tersebut diikuti dengan kualitas aset yang terjaga dan semakin membaik, tercermin secara bank-only rasio kredit bermasalah atau rasio NPL (Non Performing Loan) Bank Mandiri sebesar 0,97 persen atau menurun 39 basis poin (bps) secara tahunan.
Pertumbuhan kredit di seluruh segmen. Pertumbuhan terbesar masih ditopang oleh kredit segmen korporasi yang mencatat pertumbuhan 29,4 persen yoy menjadi Rp 581 triliun.
Segmen mikro produktif naik 13,04 persen yoy dan SME (Small Medium Enterprise) tumbuh 13,7 persen yoy.
Baca juga : Laba BSI Melonjak 21,6 Persen Di Triwulan III-2024
“Bank Mandiri konsisten memperkuat perannya sebagai agen perubahan dengan menyalurkan kredit ke sektor riil guna mendukung ekonomi masyarakat dan perekonomian Indonesia," ujar Darmawan.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga mempertegas komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang hingga September 2024 telah mencapai Rp 32,2 triliun, menjangkau lebih dari 293 ribu pelaku UMKM.
“Penyaluran KUR ini memperkuat sektor produksi Bank Mandiri, serta membangun sinergi bisnis dengan nasabah wholesale untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menuturkan, ke depan Bank Mandiri akan terus memfokuskan pertumbuhan kredit pada sektor-sektor strategis secara berkelanjutan.
Baca juga : Laba Bersih GMF Aero Asia Melonjak 548,9 Persen
Seperti Pertanian & Perkebunan, Telekomunikasi, Energi, Industri Makanan dan Minuman dan sektor-sektor padat karya di berbagai wilayah.
“Melalui strategi penyaluran kredit yang mengutamakan sektor ekonomi kerakyatan, kami optimis target pertumbuhan kredit sesuai guidance pada kisaran 16 hingga 18 persen yoy dapat tercapai pada akhir 2024,” ujar Sigit
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya