BREAKING NEWS
 

Produksi Susu Belum Mencukupi

Kementan Ajak Investor Masuk Sektor Peternakan

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 17 Februari 2025 07:25 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman. (Foto: Instagram/a.amran_sulaiman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut produksi susu untuk memunuhi kebutuhan dalam negeri, masih terseok-seok. Karenanya, mereka mengajak para investor masuk ke sektor peternakan untuk mencukupi seluruh kebutuhan susu dalam negeri, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menyatakan, kebutuhan susu dan daging sapi di Indonesia, cukup besar. Sebagai gambaran, urai dia, saat ini produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional alias defisit sebanyak 4,9 juta ton.

"Indonesia harus meningkat­kan kapasitas produksi susu dan daging sapi, sekitar 4,9 juta ton untuk susu segar dan 0,83 juta ton untuk daging sapi. Adanya tambahan kebutuhan dari pro­gram makan bergizi gratis, (potensi) kekurangan produksi menjadi 8,5 juta ton untuk susu segar dan 0,88 juta ton untuk daging sapi,” ujar Amran dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (16/2/2025).

Sebab itu, lanjut dia, Peme­rintah mendukung adanya in­vestasi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mengatasi masalah ketersediaan pasokan, khususnya dari mitra terper­caya. Teranyar, sebut Amran, pihaknya menjalin komunikasi dengan TH Group Vietnam, un­tuk membangun investasi sapi perah.

Baca juga : Danantara Perkuat Pengelolaan BUMN

Seirama dengan itu, tambah dia, Pemerintah juga siap mem­beri berbagai insentif kebijakan, mulai dari pembebasan bea im­por untuk ternak dan peralatan industri susu, hingga skema pendanaan dengan bunga kom­petitif, dan asuransi usaha pe­ternakan.

"Sebagai bentuk fasilitasi, Kementerian Pertanian telah menyiapkan tiga lokasi strategis yang dapat digunakan untuk investasi peternakan susu skala besar, yakni Wajo-Sidrap, Su­lawesi Selatan; Barito Utara-Barito Selatan, Kalimantan Te­ngah; dan Poso (Lembah Napu), Sulawesi Tengah," jelasnya.

Selain penyediaan lahan, kata Amran, Pemerintah juga memastikan infrastruktur pen­dukung, seperti akses jalan, listrik, air bersih, serta layanan kesehatan dan pendidikan bagi pekerja di kawasan peternakan.

Adsense

"Keberhasilan investasi indus­tri susu tidak hanya bergantung pada lahan, tapi juga infrastruk­tur yang memadai. Pemerintah berkomitmen membangun akses jalan yang lebih baik, memasti­kan pasokan listrik yang stabil, serta menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi pekerja di sektor ini," tuturnya.

Baca juga : Zulhas Minta Serapan Beras Petani Digenjot

Amran berharap, kerja sama investasi antara Indonesia dan TH Group Vietnam segera tere­alisasi. Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya investor lain, yang ingin menanamkan modal di sektor peternakan sapi.

"Kami berkomitmen mendu­kung setiap inisiatif yang dapat mengakselerasi produksi susu dan daging sapi di Indonesia. Bersama-sama, kita wujudkan Indonesia yang lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan," ajaknya.

Wakil Menteri Pertanian (Wa­mentan), Sudaryono menam­bahkan, sebanyak 200 ribu sapi perah impor akan tiba hingga akhir 2025, untuk mendukung pemenuhan susu dalam menu program makan bergizi gratis (MBG). Pihaknya juga telah merampungkan Peraturan Peme­rintah (PP) tentang pemasukan sapi perah impor, sehingga pengadaannya tak hanya berasal dari Australia.

"Ini PP-nya baru beres, kami bisa masukkan dari beberapa negara tambahan selain Aus­tralia, negara-negara lain telah teregister. Tahun ini, kami harap masuk sebanyak 200 ribu (sapi) sampai akhir tahun," ujarnya.

Baca juga : Hindari Tawuran, Perdalam Ilmu Keagamaan Di Sekolah

Sudaryono menambahkan, sebanyak 160 perusahaan dari dalam dan luar negeri, telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi dalam pengadaan sapi perah impor. Namun, pi­haknya tak memguraikan lebih rinci tentang nilai invetasi dan nama-nama investator yang telah berkomitmen menanamkan modal.

Di media sosial, netizen juga banyak mempertanyakan ten­tang ketersediaan susu gratis dalam program MBG. Mereka berharap, susu menjadi salah satu menu wajib dalam program tersebut.

"Impor sapi dari Amerika Serikat menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan susu dalam program Makan Bergizi Gratis, yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo. GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan susu bagi masyara­kat, melalui program ini," tulis akun @gksinasional.

"Kalau bisa, minum susu di­jadikan kebiasaan dalam MBG. Jadi, postur tubuh generasi kita di masa mendatang bisa lebih tinggi," harap akun @wawur­wer2222. "Pas sekolah TK, aku sering dapat susu sama kue-kuenan. Tapi, setiap hari Sabtu saja, nggak setiap hari. Kalau setiap hari, mungkin MBG bakal boncos," timpal akun @hanseo­jukyung. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense