RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tancap gas mengejar swasembada pangan menggunakan teknik Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).
Dody mengatakan, teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam sistem irigasi, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Menurutnya, metode IPHA sangat penting sebagai solusi di sektor pertanian.
Dody mengungkapkan, dua minggu lalu dirinya meninjau IPHA di wilayah barat dan melihat implementasi di sisi timur untuk memastikan kualitasnya.
Baca juga : Rakyat Boleh Makan Siang Gratis
“Dengan teknik ini, kita bisa meningkatkan produktivitas hingga 2 ton per hektar,” kata Dody saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Cikedung Lor, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025).
Kader Partai Demokrat ini menjelaskan, IPHA merupakan inovasi dalam budidaya padi yang mengedepankan pengelolaan air, tanaman, dan tanah secara proporsional. Dengan cara ini, kebutuhan air dapat ditekan tanpa mengorbankan hasil panen.
Bahkan, kata Dody, IPHA mampu memperluas area tanam selama musim kemarau, yang sering menjadi kendala utama bagi petani.
Hal ini menjadi kunci dalam meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Petahana Bakal Lawan Paman Bobby Nasution
Dody menilai, keberhasilan metode ini memerlukan kolaborasi antar instansi dan lembaga.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Bob Arthur Lombogia mengatakan, penggunaan IPHA dapat menghemat penggunaan air sebanyak 30 persen. Hanya butuh benih 10 kilogram per hektar.
“Waktu panennya lebih cepat karena ditanam bibit muda. Hasilnya terbukti dapat meningkatkan produksi hingga mencapai 11 ton per hektar,” tutur Bob.
Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro mengaku akan bersinergi dengan Kementerian Pertanian.
Baca juga : Kementan Ajak Investor Masuk Sektor Peternakan
“Mekanisasi pertanian harus kita dorong, agar efisiensi proses tanam bisa tercapai dengan optimal melalui pemanfaatan alat-alat modern,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.