BREAKING NEWS
 

RI Butuh 9 Juta Talenta Digital, Ini Jurus Menkomdigi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 22 Februari 2025 10:06 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bertemu Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia membutuhkan lebih dari sembilan juta talenta digital hingga 2030. Menyikapi tantangan ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja melalui program pelatihan digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi guna meningkatkan keterampilan digital tenaga kerja lintas profesi dan sektor.

“Kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi digital terus meningkat. Oleh karena itu, kami berdiskusi mengenai prioritas bidang yang perlu diperkuat serta bentuk kerja sama yang dapat segera diimplementasikan,” ujar Meutya dalam pertemuan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).

Baca juga : Cuaca Besok Hujan Atau Panas Di Jakarta? Ini Info BMKG Senin (6/1)

Sebagai langkah konkret, pelatihan talenta digital akan diperkuat melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Program-program ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan industri berbasis digital.

“Saya apresiasi komitmen Pak Menaker dalam mendukung penguatan kompetensi digital tenaga kerja kita. Ini adalah langkah strategis untuk mempersiapkan SDM yang unggul,” tambahnya.

Adsense

Kolaborasi ini juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk balai pelatihan kerja serta mitra strategis Kementerian Ketenagakerjaan seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja berbasis digital.

Baca juga : Cuaca Besok Hujan Atau Panas Di Bogor, Selasa (31/12), Info BMKG: Kabur, Mendung

“Penyatuan dua kekuatan ini, jika dieksekusi dengan baik, akan berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja. Kita akan bersama-sama merumuskan target kuantitatif dari kolaborasi ini agar hasilnya terukur,” jelas Meutya.

Menaker Yassierli menegaskan transformasi pelatihan tenaga kerja akan dilakukan dengan mengadaptasi praktik terbaik dari Kementerian Komdigi. Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyiapkan transformasi balai pelatihan secara bertahap di enam balai besar dan 21 balai lainnya di seluruh Indonesia.

“Kami menyadari bahwa balai pelatihan harus bertransformasi. Tidak hanya fokus pada manufaktur dan elektronik, tetapi juga memperluas cakupan pelatihan ke bidang IT dan digital,” ungkapnya.

Baca juga : CIMB Niaga Tambah Digital Lounge Campus Di UNPAR Bandung

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nasional dan menggerakkan berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, pertanian, dan pariwisata.

“Kami sepakat bahwa pendekatan harus berbasis permintaan industri. Bersama Kadin, Apindo, dan mitra lainnya, kami akan memetakan kebutuhan industri, memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan sektor, dan menyiapkan tenaga kerja yang siap diserap industri,” ujar Yassierli.

Dalam kerja sama ini, Menkomdigi dan Menaker telah mengidentifikasi 44 sektor prioritas, termasuk keamanan siber, ekosistem digital, infrastruktur, pemrograman, konten kreator, hingga Internet of Things (IoT). Dengan sinergi yang kuat, pemerintah optimistis dapat mencetak lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di era ekonomi digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense