RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian PU jajaki peluang kerja sama pembiayaan infrastruktur dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Kerja sama strategis ini diharapkan dapat membantu menjawab tantangan pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang semakin kompleks, terutama dalam kondisi keterbatasan anggaran negara.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, apresiasinya kepada AIIB atas kemitraan yang telah lama terjalin dan memberikan dampak positif bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Baca juga : Permintaan Gas Meningkat, PGN Ngebut Bangun Infrastruktur
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan diperluas ke berbagai wilayah Indonesia,” ujar Menteri Dody menerima kunjungan Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun di Kantor Kementerian PU pada Senin (10/3).
.
Menteri Dari Partai Demokrat ini menekankan, pentingnya memperluas cakupan investasi AIIB hingga ke wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.
Menurutnya, hal ini diperlukan agar Indonesia memiliki kesiapan pendanaan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana alam, sehingga respons pemerintah dalam melakukan mitigasi maupun pemulihan pasca-bencana bisa lebih cepat dan efektif.
Selain itu, Menteri PU juga menjelaskan, bahwa keterlibatan AIIB sebagai salah satu Multilateral Development Bank (MDB) diharapkan berjalan atas dasar mutual benefit dan tanggung jawab bersama. Diharapkan, melalui sinergi ini, Indonesia dapat terus membangun infrastruktur yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inklusif demi mendukung percepatan pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat secara luas.
Baca juga : Perkuat Hilirasi Migas, PGN Fokus Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi
"Pendekatan ini diyakini dapat mengoptimalkan efektivitas serta efisiensi pemanfaatan pinjaman luar negeri yang disalurkan untuk proyek-proyek infrastruktur strategis," jelas Dody.
Saat ini, kata Dody salah satu proyek yang sedang berlangsung dengan dukungan AIIB adalah Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak (SIMURP).
"Proyek senilai USD 250 juta ini bertujuan meningkatkan layanan irigasi melalui rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi sumber daya air serta sistem irigasi," terang Dody.
Baca juga : Temui Amnesty International, Pramono Bahas Perlindungan HAM Dan Perubahan Iklim
Selain itu, lanjut Dody, proyek SIMURP juga mencakup penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas manajemen operasional maupun pemeliharaan infrastruktur irigasi.
Sebelumnya, kerja sama antara Kementerian PU dan AIIB telah berhasil menuntaskan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada periode 2017-2023 dengan total investasi sebesar USD 207 juta.
"Program ini berhasil meningkatkan kualitas permukiman perkotaan, khususnya di daerah-daerah kumuh, melalui pembangunan infrastruktur dasar serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.