RM.id Rakyat Merdeka - Menko Pangan Zulkifli Hasan geram dengan aksi curang penyunatan isi MinyaKita. Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang kembali melakukan sidak masih menemukan isi MinyaKita tidak sesuai takaran.
"Kalau ada yang menipu, masukkan ke penjara," tegas Zulhas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Eks Menteri Perdagangan itu menilai, tindakan tegas harus segera diambil untuk mencegah praktik serupa terulang lagi. Ia mengingatkan seluruh distributor dan produsen MinyaKita agar tidak mempermainkan kebutuhan pokok masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan.
"Seluruh distributor dan produsen MinyaKita jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat di bulan suci Ramadan ini," tegasnya.
Sebelumnya, dari hasil investigasi, tercatat setidaknya tiga perusahaan yang terlibat dalam praktik curang ini, yaitu PT AEG, Koperasi Produsen UMKM KTN, dan PT TI
Baca juga : Modifikasi Cuaca Di Jakarta Berhasil Kurangi Curah Hujan Sampai 80 Persen
Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan dan kualitas bahan pangan, terutama minyak goreng MinyaKita. Kali ini, sidak dilakukan di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, Jawa Tengah.
Dalam sidak tersebut, Amran menemukan harga MinyaKita di pasaran sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Namun, permasalahan lain muncul, yakni takaran isi dalam kemasan yang masih belum sesuai standar.
Dua produsen kedapatan mengurangi volume minyak dalam kemasan. MinyaKita produksi PT KMR, yang seharusnya berisi satu liter, hanya berisi 900 mililiter—berkurang 100 mililiter atau 10 persen. Sementara itu, MinyaKita produksi PT SIP mengalami pengurangan volume sebesar 50 mililiter dari yang seharusnya.
Amran menegaskan praktik pengurangan takaran ini harus dihentikan. Meski kondisi saat ini lebih baik dibandingkan temuan sebelumnya—di mana pengurangan volume mencapai 25 persen—hal ini tetap tidak bisa ditoleransi.
"Satgas Pangan harus menelusuri kenapa masih ada pengurangan takaran ini. Kita akan tindak lanjuti agar praktik seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Amran.
Baca juga : Lagi! Mentan Temukan MinyaKita Kurang Takaran, Tapi Harga Sesuai HET
Amran meminta Satgas Pangan untuk menindaklanjuti kasus ini hingga ke produsen. Pasalnya, minyak goreng merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bulan Ramadan. Tidak boleh ada pihak yang bermain curang untuk keuntungan sendiri.
"Pemerintah akan terus melakukan sidak, memastikan takaran sesuai, harga stabil, dan tidak ada yang dirugikan," lanjut dia.
Lebih lanjut, Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawasi ketat praktik perdagangan yang merugikan masyarakat. "Kalau HET sudah sesuai, maka takaran juga harus sesuai. Jangan sampai rakyat dirugikan dengan praktik curang seperti ini," tegas Amran.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan pihaknya bakal segera mengecek dan menindak koperasi yang terbukti melakukan kecurangan dalam menjual Minyakita kepada masyarakat. “Kalau itu diproduksi oleh koperasi tentu kami akan menindak. Kalau terbukti, akan kami tutup," tegasnya.
Ketua DPR Puan Maharani ikut buka suara soal temuan kasus ini. Puan mengatakan DPR akan mengecek langsung kebenaran informasi ini terlebih dahulu, Puan menegaskan stok Minyakita di lapangan harus tercukupi.
Baca juga : Selamatkan Industri Dari Serbuan Barang Impor
Apalagi saat Ramadan dan menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat akan minyak goreng sangat tinggi. "Yang pasti jangan sampai kebutuhan minyak kita dalam bulan puasa dan menjelang lebaran nanti kemudian pasokannya itu terganggu dalam kebutuhannya untuk masyarakat," tegasnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya tengah mendalami temuan MinyaKita yang tak sesuai takaran. Ia memastikan Polri bakal melakukan penegakan hukum.
"Kemarin kita turun ke tiga lokasi. Saat ini sedang kita lakukan pendalaman dan kemungkinan akan kita lakukan penegakan hukum," kata Sigit di Auditorium STIK, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Selain tak sesuai takaran, Sigit mengungkapkan ada temuan lain dari MinyaKita. Saat ini, kepolisian tengah mendalami temuan tersebut.
Apa itu? "Ada yang menggunakan label Minyakita sebenarnya palsu. Semuanya sedang kita proses," ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.