RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi terhadap kasus keracunan yang dialami 78 siswa setelah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur, Jawa Barat.
"Itu harus dicek sumber utamanya. Kami meminta masyarakat tetap tenang," terang Gus Muhaimin, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/4/2025).
Menteri dari PKB itu meminta Kemenkes lakukan investigasi terhadap kasus keracunan itu, sehingga bisa diketahui penyebab keracunan yang dialami puluhan siswa di Kabupaten Cianjur itu.
Baca juga : Kadin Kelautan dan Perikanan Harap Pemerintah Optimalkan Negosiasi dengan AS
Menurut dia, apakah keracunan itu disebabkan karena proses di dapur atau ketika proses distribusi. Tentu, pihaknya tidak bisa berspekulasi. Semua harus dilakukan pemeriksaan yang mendalam.
"Itu harus dicek sumber utamanya. Kemenkes harus mengecek sumber utamanya, apakah dari dapurnya atau proses angkutannya atau dari tempat lainnya," bebernya.
Mantan Wakil Ketua DPR RI itu meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk melakukan langkah-langkah cepat dalam melacak penyebab keracunan tersebut. Hasil laboratorium yang nanti akan menjawab kasus itu.
Baca juga : Bikin Laporan Polisi, Pemprov DKI Minta Maling Besi JPO Ditindak Tegas
"Laboratorium dinas kesehatan daerah harus mengambil langkah-langkah cepat supaya kita tenang," jelas politisi kelahiran Jombang, Jawa Timur itu.
Dia mengajak masyarakat untuk menunggu hasil investigasi yang dilakukan Kemenkes. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan program MBG yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita tunggu hasil investigasi dari Kemenkes. Masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir," tegasnya.
Baca juga : Bareng Prabowo, Menteri PKP Tawarkan Investasi Rumah MBR Ke Qatar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebelumnya menyampaikan, akan mengevaluasi masalah ini meskipun pengolahan makanan di dapur penyedia MBG telah mengikuti standar yang ditetapkan.
"Evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan, mulai dari manajemen dapur, penyimpanan bahan pangan, hingga pengantaran ke sekolah," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 78 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG. Mereka berasal dari dua sekolah. 55 siswa MAN 1 Cianjur dan 23 lainnya siswa SMP PGRI 1 Cianjur. Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun menetapkan kejadian luar biasa (KLB) terhadap kondisi tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.