BREAKING NEWS
 

Kemenperin: Kolaborasi CT Advance–Tubacex Perkuat Hilirisasi Industri Baja

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 11 Juni 2025 10:59 WIB
Dirjen Ilmate Kemenperin Setia Diarta. (Foto: Aditya Nugroho/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung penuh kerja sama strategis antara PT CT Advance Technology dan Tubacex Group untuk pengembangan industri baja.

Kerja sama ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar hari ini di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta dalam sambutannya menyampaikan optimismenya terhadap kemitraan ini, yang dinilai akan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan industri baja nasional, khususnya dalam mendukung sektor minyak dan gas (migas).

“Kita dapat berkumpul di sini hari ini dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT CT Advance Technology dan Tubacex Group,” ujar Setia.

Baca juga : Kemenperin Perkuat Industri Alat Kesehatan Nasional

Ia mengungkapkan, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan tren positif, terutama pada sektor industri logam dasar yang mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 14,47 persen, jauh melampaui sektor manufaktur non-migas lainnya yang tumbuh 4,31 persen.

Selain pertumbuhan industri, investasi di sektor logam dasar juga menunjukkan lonjakan signifikan. Lebih dari Rp 67 triliun atau sekitar 4 miliar dolar AS telah mengalir ke sektor ini, menunjukkan minat yang tinggi dari pelaku industri global.

Adsense

“Pada tahun 2024, Indonesia memproduksi 17 juta ton crude steel dan menempatkan kita di peringkat ke-14 dunia,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, Indonesia memiliki 14 produsen OCTG dalam negeri, namun baru dimanfaatkan sekitar 40 persen dari kapasitas. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan utilisasi dan memenuhi kebutuhan nasional secara lebih optimal.

Baca juga : Kementerian Perindustrian Dorong Transformasi Industri Bahan Kimia Khusus

Menurut dia, kolaborasi antara PT CT Advance Technology dan Tubacex Group akan difokuskan pada produksi material baja tahan karat berkualitas tinggi, seperti Austenitic, Duplex, Super Duplex, dan 6Mo. Produk-produk ini sangat dibutuhkan untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional seperti BP Tangguh UCC dan Kutei North Hub.

Dengan nilai investasi mencapai Rp 100 miliar dan penciptaan 50 lapangan kerja baru, PT CT Advance Technology akan mengolah produk setengah jadi dari Tubacex Group di fasilitas produksinya di Cilegon. Kemitraan ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 10.000 ton material duplex per tahun, terutama untuk kontraktor kontrak bagi hasil (PSC).

Setia menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat industri dalam negeri tetapi juga membuka jalan bagi industri berbasis ekspor. “Kami berharap ini menjadi awal dari industri dalam negeri yang lebih kuat yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sektor migas nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Menurut dia, Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proses alih teknologi yang dilakukan antara kedua perusahaan. Pihaknya yakin Nota Kesepahaman ini akan memperkuat fondasi industri Indonesia.

Baca juga : Kemenkop Dukung Koperasi Yasmin Fatayat NU Perkuat Pengembangan Koperasi Primer

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi besar pembangunan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya berharap acara hari ini menjadi wadah yang berharga bagi kita semua untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor manufaktur Indonesia yang lebih kompetitif,” tutup Setia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense