BREAKING NEWS
 

Laporan Dari Jepang

Menperin Paparkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional Di Universitas Hiroshima

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 14 Juli 2025 12:21 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan kuliah umum di Universitas Hiroshima, Jepang, Senin (14/7/2025). (Foto: Aditya Nugroho/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dunia tengah menghadapi era penuh guncangan dan transformasi besar, mulai dari pandemi, ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga tekanan ekonomi. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia justru melihat peluang melalui strategi industrialisasi nasional yang baru.

“Cita-cita globalisasi kini diuji oleh berbagai gangguan sistemik. Tapi bagi Indonesia, momen sejarah ini bukan hanya menjadi tantangan, melainkan juga panggilan zaman,” ujar Menperin saat memberikan kuliah umum di Universitas Hiroshima, Jepang, Senin (14/7/2025).

Menperin memberikan judul kuliah umumnya "Strategi Baru Industrialisasi Indonesia Untuk Ketahanan Pangan Dan Energi". Acara dimulai sekitar pukul 14.00.

Politisi Golkar ini mengatakan, pemerintah telah merumuskan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka komprehensif untuk menavigasi masa depan Indonesia di tengah dunia yang pasca-pandemi, pasca-karbon, dan multipolar. “SBIN bukan sekadar paket kebijakan, tapi fondasi pembangunan industri yang menjunjung kemandirian, inklusivitas, dan keberlanjutan,” katanya.

Baca juga : Menperin: Batik Itu Cool, Harus Ditampilkan Di Forum Internasional

Menurut Menperin, SBIN merupakan kelanjutan sekaligus pembaruan atas gagasan para pemikir ekonomi nasional, termasuk Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang melihat industrialisasi sebagai proyek politik dan peradaban. “Sumitro memperingatkan bahwa negara yang hanya mengekspor bahan mentah akan terjebak dalam ketergantungan. Gagasan ini kini semakin relevan,” jelas Agus.

SBIN, kata dia, mengoperasionalkan visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui enam misi utama. Strategi ini bertumpu pada empat program nasional utama, yaitu hilirisasi sumber daya alam, peningkatan teknologi, industrialisasi hijau, dan pengembangan sumber daya manusia.

Adsense

Dalam program hilirisasi, Menperin mencontohkan bagaimana kawasan industri seperti Morowali telah berkembang dari wilayah terpencil menjadi klaster global untuk pemurnian nikel dan komponen baterai. “Kita tidak lagi sekadar mengekspor nikel mentah. Kini kita memproduksi stainless steel dan nikel sulfat berkualitas tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia juga tengah membangun rantai nilai untuk komoditas strategis seperti kobalt, litium, dan tanah jarang yang menjadi kunci dalam transisi energi global.

Baca juga : Bos Suzuki Curhat Ke Menperin Penjualan Kendaraan Niaga Turun

Di sektor energi dan pangan, Agus menegaskan, pentingnya kedaulatan bukan dalam arti isolasi, melainkan sebagai kapasitas. “Kita harus mampu mengolah dan mendistribusikan hasil kita sendiri, termasuk biofuel, vaksin, hingga bahan baku farmasi aktif,” ujarnya.

Pilar kedua SBIN, lanjut Menperin, berfokus pada peningkatan teknologi melalui peta jalan Making Indonesia 4.0. “Kita mendorong industri menjadi lebih pintar dan berdaya saing. Bahkan industri kecil menengah kini telah terhubung dengan teknologi digital berkat pusat keunggulan yang kita bangun,” ujarnya.

Menperin juga menekankan pentingnya industrialisasi hijau yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan. Ia mencontohkan penerapan ekonomi sirkular di sektor semen, makanan, dan kelapa sawit. “Kami bergerak menuju ekonomi sirkular, tidak hanya untuk memenuhi standar ESG, tapi juga untuk menekan biaya dan menarik investasi hijau,” katanya.

Sebagai pilar keempat, pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama SBIN. Pemerintah membangun politeknik, sekolah kejuruan, dan platform digital guna menyiapkan tenaga kerja masa depan. “Kami bekerja sama dengan institusi Jepang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan robotika, presisi mesin, dan otomatisasi industri,” jelas Menperin.

Baca juga : Menperin Minta Toyota Tingkatkan TKDN Kendaraan Hybrid

Menperin juga menekankan industrialisasi Indonesia hari ini bukan semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi membangun ketahanan nasional dan menjadi mitra aktif dalam stabilitas kawasan dan dunia.

“Indonesia tidak lagi menjadi peserta pasif dalam sistem global. Kita sedang membangun kapasitas untuk menjadi aktor yang percaya diri dan berdaya saing,” tutup Menperin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense