RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tak mau tinggal diam soal temuan beras oplosan.
Dia akan menindak tegas para pelaku demi melindungi petani dan rakyat kecil dari permainan nakal mafia pangan. “Ini bukan main-main,” tegasnya.
Amran, bangsawan Bugis keturunan raja Bone ke-23 ini menyebut pihaknya sudah menyurati Kapolri dan diskusi dengan Jaksa Agung terkait dengan beras oplosan.
Baca juga : Tanggapi Dugaan Beras Oplosan Food Station, Wagub Rano: Kalau Salah, Sikat!
"Sekarang sudah diperiksa. Ada 212 merek dan kami menyurati Kapolri. Kami juga sudah diskusi langsung dengan Jaksa Agung. Sekarang ada Satgas Pangan, kami sama-sama sekarang," katanya saat kunjungan kerja di lahan HGU Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dikutip Antara Selasa (15/7/2025).
Pria yang menghabiskan masa kariernya di bidang pertanian ini mengungkapkan saat ini petugas terkait sudah memeriksa 25 pemilik merek beras kemasan tersebut. Mereka diperiksa secara maraton.
Pihaknya juga yakin bahwa kasus itu akan ditindak tegas karena merugikan konsumen sekitar Rp99 triliun atau hampir Rp100 triliun per tahun.
Baca juga : Pengalaman Di Kamboja, Tanque Yakin Gacor Di Persib
"Menurut informasi yang kami terima beberapa daerah sudah menurunkan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi) dan juga kualitasnya sesuai standar," kata dia.
Dirinya juga meminta kepada pengusaha untuk sadar dan tidak zalim ke petani dan konsumen. Sesuai dengan data ada sekitar 287 juta orang seluruh Indonesia. Beras adalah bahan pokok utama yang dikonsumsi masyarakat Indonesia.
"Kami terima kasih ke pengusaha, dan jangan zalim ke petani. Konsumen ada 287 juta sekarang seluruh Indonesia. Yang menengah ke atas masih aman tapi yang menengah ke bawah di garis kemiskinan kasihan. Kita harus peduli ke saudara kita. Siapa yang mau menjaga bangsa ini kalau bukan kita semua," ujar dia.
Baca juga : Anggap Tuntutan 7 Tahun Tidak Adil, Hasto Kristiyanto Minta Dibebaskan
Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media untuk turut menjaga. Presiden sudah memberikan perintah untuk melindungi petani, meningkatkan produksi dan melayani petani di seluruh Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.