BREAKING NEWS
 

Sekarang Masuk Program CKG

Pemerintah Gaspol Putuskan Rantai Penularan Hepatitis B Dari Ibu Hamil Ke Bayi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 22 Juli 2025 16:26 WIB
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Ina Agustina Isturini MKM dalam Temu Media Hari Hepatitis Sedunia, Bergerak Bersama Putuskan Penularan Hepatitis yang ditayangkan secara virtual, Selasa (22/7/2025). (Foto: YouTube Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tidak main-main dalam memberantas penyakit hepatitis B, yang berpeluang menjadi penyakit kronis dan berujung pada kematian.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Ina Agustina Isturini MKM mengatakan, sejak tahun 2014, pemerintah aktif melakukan deteksi dini hepatitis B terhadap ibu hamil untuk memutus mata rantai penularan penyakit berbahaya tersebut. 

Sementara imunisasi nasional hepatitis B terhadap bayi, sudah dilakukan sejak tahun 1997.

"Untuk mencegah pertumbuhan hepatitis B di tubuh bayi yang terlahir dari ibu yang reaktif,

Baca juga : BRI-Mandiri Kucurkan KUR Dan Pendampingan Bisnis

"Pemerintah memberikan vaksin hepatitis B dan HB imunoglobulin kepada bayi dari ibu yang reaktif, untuk mencegah pertumbuhan penyakit hepatitis B," kata Ina.

Tahun 2017, pemerintah melakukan triple eliminasi dengan mengintegrasikan deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil dengan penyakit lainnya. Seperti HIV dan sifilis.

Langkah ini ditempuh pemerintah, mengingat salah satu jalan penularan penyakit hepatitis B adalah melalui hubungan seksual.

Adsense

"Dengan perilaku-perilaku berisiko, orang-orang juga dapat menulari penyakit lainnya secara bersamaan. Itu sebabnya, triple eliminasi antara lain menargetkan ibu hamil," cetus Ina.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Remisi Dasawarsa

Kemajuan lain yang dicapai pemerintah pada tahun 2017 adalah pemberian vaksin hepatitis B kepada bayi baru lahir, dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebelumnya, pemberian vaksin hepatitis B kepada bayi baru lahir diberikan dalam jarak tujuh hari.

Tahun 2023, pemerintah melakukan percontohan pemberian antivirus profilaksis kepada  ibu hamil yang reaktif hepatitis B.

Tahun 2025, pemberian antivirus profilaksis kepada ibu hamil yang reaktif hepatitis B sudah dilaksanakan secara nasional. Selain itu, deteksi hepatitis B dan C juga sudah masuk dalam cakupan program cek kesehatan gratis (CKG).

Ina juga memaparkan, pada tahun 2024, terdapat 49.124 ibu hamil yang reaktif HBSAg dari 89,6 persen ibu hamil yang menjalani perawatan kehamilan dan dites hepatitis.

Baca juga : Didukung BRI, UMKM Katering Pemasok Program MBG Berdayakan Ratusan Karyawan

"Sebanyak 36.285 bayi terlahir dari ibu hamil yang reaktif HBsAg. Dari jumlah itu, terdapat 279 bayi (1,51 persen) yang positif hepatitis B," beber Ina.   

 

 


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense