Dark/Light Mode

Dukung Program Kopdes Merah Putih

BRI-Mandiri Kucurkan KUR Dan Pendampingan Bisnis

Selasa, 22 Juli 2025 07:05 WIB
Presiden Prabowo saat peluncuran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. (Foto : Instagram @prabowo)
Presiden Prabowo saat peluncuran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. (Foto : Instagram @prabowo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung penuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat. Antara lain memberikan pendampingan bisnis, pembiayaan dan memperkuat ekosistem pangan.

DIREKTUR Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Hery Gunardi menyatakan dukungan penuh atas pembentukan Kopdes/kel Merah Putih. Bahkan, Hery menyebutnya sebagai bagian dari Asta Cita Pemerintah, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi pedesaan.

“BRI pun telah merancang model pembiayaan yang sehat dan memiliki risiko pengembalian dana yang terjaga,” kata Hery dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2025).

Adapun skema pembiayaan disusun menyesuaikan kebutuhan modal kerja berdasarkan skala usaha (kecil, menengah, atau besar), dan dihitung sesuai dengan estimasi omzet bisnis.

Meski demikian, Hery menyebut, di lapangan masih terdapat beberapa tantangan dalam pengelolaan koperasi.

“Kapasitas manajerial, serta transparansi dalam pencatatan keuangan menjadi dua isu utama yang perlu segera dibenahi dalam mengembangkan koperasi,” sarannya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hery menyampaikan, BRI akan mengoptimalkan peran Rumah BUMN dan Desa BRILiaN sebagai rumah inkubator pendampingan bisnis.

Melalui kedua program ini, kata Hery, para pengurus koperasi akan didampingi dalam menyusun pembukuan usaha, mengelola arus kas, dan menerapkan tata kelola yang lebih profesional.

Mantan bos BSI ini bilang, selain untuk memperkuat fondasi kelembagaan koperasi, BRI juga terus mendorong koperasi, yang memiliki potensi produk lokal untuk memperluas jangkauan pasar.

“Bank tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi juga bisa me-leverage bisnis yang ada,” tegasnya.

Misalnya saja, suatu desa memiliki produksi kerajinan atau produk spesifik yang ingin diekspor. BRI bisa memfasilitasi melalui mekanisme business matching.

Hery menambahkan, sebagai bagian dari penguatan ekosistem KDMP, BRI memaksimalkan peran AgenBRILink yang kini telah tersebar di lebih dari 1,2 juta titik di seluruh Indonesia.

Melalui layanan AgenBRILink tersebut, koperasi dapat menjalankan berbagai transaksi keuangan. Seperti setor dan tarik tunai, top-up, pembayaran tagihan, hingga cicilan.

“Layanan tersebut akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan dengan lebih dekat, murah, dan inklusif,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan, koperasi yang dikelola secara profesional dan berpihak kepada rakyat, akan menjadi instrumen utama dalam membangun perekonomian desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Saat ini pinjaman rentenir makin menjamur. Kami minta bantuan BRI untuk mengatasi hal ini, melalui keberadaan AgenBRILink milik BRI yang berjumlah 1,2 juta agen,” ucapnya.

Zulhas menegaskan, koperasi harus mengerti keadaan desanya, sehingga potensi desa bisa makin berkembang.

“Kalau misalnya ada usaha yang untung, maka koperasi yang ada bisa membantu mengajukan anggotanya untuk mendapatkan pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) BRI,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk turut mendukung penguatan koperasi desa dan kelurahan melalui digitalisasi layanan keuangan dan perbaikan sarana prasarana.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, sebagai bagian dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), Bank Mandiri turut berperan aktif dalam mendampingi koperasi tersebut.

Bank Mandiri juga telah menyiapkan layanan keuangan digital seperti Mandiri Agen dan QRIS (Quick Response Indonesian Standard), serta memastikan kesiapan infrastruktur layanan secara fisik.

Menurut Darmawan, digitalisasi koperasi tidak bisa dilepaskan dari kesiapan sarana dan sistem.

“Kami hadir untuk memastikan koperasi memiliki kanal layanan yang modern, sekaligus tempat usaha yang layak dan profesional,” tegas Darmawan di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Dalam mendukung peluncuran KDMP, Bank Mandiri mengerahkan tim dari berbagai unit bisnis untuk mempercepat aktivasi di lapangan.

Di sejumlah titik seperti KDMP Malangjiwan di Karanganyar dan KKMP (Koperasi Kelurahan Merah Putih) Banyuanyar di Surakarta misalnya, Bank Mandiri telah menyelesaikan proses pengecatan bangunan, pemasangan papan nama dan branding. Serta instalasi rak gondola dan etalase sebagai sarana utama koperasi.

Langkah ini diperkuat dengan penyelenggaraan pelatihan manajemen koperasi dan literasi keuangan, yang telah bergulir sejak akhir Juni 2025.

“Yang melibatkan ribuan lebih pengurus koperasi dari berbagai daerah,” kata Darmawan.

Tekan Risiko Gagal Bayar

Terpisah, Anggota Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit menekankan, kesuksesan koperasi sangat bergantung pada tata kelola yang profesional dan transparan.

“Kami yakin, ini merupakan amanat konstitusi dan semangat ekonomi kerakyatan yang terus digaungkan oleh Pemerintahan,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2025).

Sementara, Sosiolog sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan KPMA Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito melihat, koperasi harus dilihat bukan hanya sebagai badan usaha semata. Tetapi sebagai sebuah gerakan ekonomi yang humanis dan berorientasi pada kemanfaatan bersama.

“Untuk memperkuat koperasi, perlu adanya pendekatan baru yang menempatkan koperasi dalam konteks yang lebih beragam dan inklusif,” kata Arie kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Arie menegaskan, prinsip keadilan dan pemerintahan yang saling menopang, akan menjadi fondasi koperasi yang sehat.

Diketahui, KDMP merupakan program inisiatif berbasis pemberdayaan masyarakat desa dengan model koperasi sebagai ujung tombak distribusi pangan dan penguatan ekonomi lokal.

Baca juga : Pemerintah Tambah Target Serapan Beras Sejuta Ton

Peluncuran resmi KDMP dilakukan di Klaten, Senin (21/7/2025), oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga serta pelaku BUMN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.