BREAKING NEWS
 

Kejar Target Lifting

Bahlil Percepat Izin Migas

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 31 Juli 2025 07:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam CEO Forum 2025 di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (30/7/2025). (Foto: Dok. Kementerian ESDM).

 Sebelumnya 
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, produksi dan lifting migas hingga semester I-2025 sudah melampaui realisasi pada periode yang sama tahun lalu. Total realisasi produksi siap jual atau lifting migas hingga 30 Juni 2025 sebesar 1.557,1 ribu barel setara minyak per hari. Angka ini 96,7 persen dari target APBN 2025.

“Kami dan seluruh KKKS sepakat bekerja keras mencapai target tersebut demi ketahanan energi nasional,” ujar Djoko.

Djoko mengatakan, SKK Migas juga mencatat tren positif dalam investasi eksplorasi migas. Investasi yang sempat turun menjadi 0,5 miliar dolar AS pada 2020, naik menjadi 1,3 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 1,5 miliar dolar AS pada 2025, angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Upaya ini mendukung target jangka panjang produksi 1 juta BOPD pada 2030.

Baca juga : RI Siap Jadi Laboratorium Gerakan Persatuan Global

Pengamat energi dari Universitas Trisakti Pri Agung Rahmanto mengatakan, peningkatan lifting gas secara signifikan masih memungkinkan apabila sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Asap Merah Kido, Indonesia Deepwater Development (IDD), UCC Tangguh, dan Abadi Masela dapat segera beroperasi (on stream).

"Proyek-proyek tersebut memiliki potensi besar mendongkrak produksi gas nasional,” kata Pri Agung.

Namun, untuk minyak bumi, kondisi saat ini menunjukkan tantangan yang lebih berat. Pri Agung menuturkan, saat ini belum ada kandidat lapangan baru yang memiliki skala dan kapasitas seperti Blok Cepu, Jawa Timur, atau Blok Rokan, Riau, yang mampu secara signifikan meningkatkan lifting minyak nasional.

Baca juga : Bertemu Di Istana, Presiden PKS Dan Prabowo Bicara Demokrasi 2,5 Jam

Dia menyebut, proyek chemical enhanced oil recovery di Rokan dinilai hanya mampu memperlambat penurunan produksi (decline rate), bukan meningkatkan secara keseluruhan.

Menurutnya, upaya optimalisasi produksi melalui kegiatan pemboran ulang (re-drilling) dan work over di berbagai lapangan migas lainnya juga diperkirakan hanya mampu menahan laju penurunan produksi, bukan meningkatkan produksi secara signifikan. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 31 Juli 2025 dengan judul "Kejar Target Lifting Bahlil Percepat Izin Migas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense