BREAKING NEWS
 

Erick Thohir Soal Program Prioritas Presiden

Sekolah Rakyat, Gerakan Kebangsaan Untuk Membuka Akses Pendidikan

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Senin, 4 Agustus 2025 08:06 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan. Ini adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menyasar anak-anak dari golongan keluarga prasejahtera dan kelompok rentan. Mereka selama ini terpinggirkan dalam sistem pendidikan formal.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, program ini bukan untuk kepentingan partai mana pun, melainkan murni gerakan politik kebangsaan. “Ini murni gerakan untuk rakyat. Negara hadir membuka akses pendidikan setara bagi rakyat miskin, agar bisa sejajar dengan yang mampu,” kata Erick dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Sekolah Rakyat merupakan breakthrough (terobosan besar) dalam sejarah pembangunan manusia Indonesia. Erick mendapat tugas langsung dari Presiden untuk ikut memastikan kelancaran program tersebut. Utamanya, dalam hal penyediaan listrik, internet dan fasili­tas pendukung lainnya di lokasi-lokasi Sekolah Rakyat.

Mantan presiden klub sepak­bola Inter Milan ini merasa punya keterikatan hati dengan program Sekolah Rakyat. Erick mengenang perjuangan ayahnya, yaitu Haji Mochammad Teddy Thohir, yang sejak kecil meran­tau jauh dari desa kelahirannya, demi bisa bersekolah. “Karena ayah saya sadar, hanya lewat pendidikanlah nasib keluarga bisa berubah,” ucapnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri) berbincang usai melakukan sesi wawancara khusus bersama CEO Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara Darmayana (tengah), dan Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati di Jakarta, Jumat (1/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

Baca juga : Mega Perintahkan Kader Banteng Dukung Pemerintah, Gerindra Senang

Dalam wawancara tersebut, Erick didampingi Staf Khu­sus Menteri BUMN Tsamara Amany. Dari Rakyat Merdeka, hadir CEO RM Group Kiki Iswara Darmayana, Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati, Pemimpin Redaksi RM Digital Firsty Hestyarini, Editor Bam­bang Trismawan, Fotografer Khairizal Anwar, dan Tim RM Digital.

Berikut kutipan selengkapnya.

Salah satu program anda­lan Presiden Prabowo adalah Sekolah Rakyat. Program ini sudah dimulai, dengan tujuan peningkatan kualitas SDM, dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Mengapa Pemerintah sangat concern dengan hal ini?

Kita sudah cukup mendalami visi kerakyatan Presiden Prabowo. Sejak masa kam­panye, visi itu sudah sangat kentara. Dan kini, setelah men­jadi Presiden, beliau mewu­judkannya melalui program-program nyata. Beliau sangat perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, perumahan, dan ekonomi kerakyatan. Presiden membangun fondasi ekosistem yang menyentuh langsung ke­butuhan rakyat.

Baca juga : Isu Munaslub Golkar Mimpi Di Siang Bolong

Saya ini hanya pembantu presiden. Tapi saya tahu betul, beliau bekerja siang malam. Bahkan Sabtu-Minggu rapat dan berkeliling ke banyak tempat untuk memastikan dukungan nyata bagi rakyat Indonesia. Sekolah Rakyat adalah program fundamental. Salah satu bukti bahwa beliau sangat memper­hatikan pendidikan. Buat saya, program ini punya sisi senti­mental juga.

Sentimental? Maksudnya bagaimana, Pak?

Ada hal yang saya rasakan secara pribadi. Almarhum ayah saya, saat usia 10 tahun, merantau dari Gunung Sugih ke Bandar Lampung hanya untuk mencari sekolah, SMP. Karena beliau sadar, kalau hanya SD di kampung, dia tidak akan maju. Setelah itu, beliau lanjut ke Solo untuk SMA.

Jadi, ada memori keluarga di balik program Sekolah Rakyat?

Baca juga : PAN Kalbar Orkestrasikan Tokoh Senior Dan Figur Muda

Iya. Maka, saat Presiden Prabowo bilang ke saya, “Pak Erick, apa kita berdiam diri keti­ka rakyat miskin tak punya akses pendidikan?” Pertanyaan itu jadi pemantik. Masa iya, karena miskin, mereka jadi bodoh dan terpinggirkan? Kita yang hidup di kota kadang lupa. Melihat ada orang tua naik gerobak, anaknya ikut di belakang, tidak sekolah. Kalau dibiarkan, itu bisa jadi pembodohan terstruktur.

Dengan Sekolah Rakyat, anak miskin punya akses pendidikan. Mereka pun bisa sukses, tak ka­lah dari yang mampu. Sekolah Rakyat ini, konsepnya boarding school 100 persen, dan gratis. Itu luar biasa. Visi kerakyatan­nya sangat kental.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense