BREAKING NEWS
 

Erick Thohir Soal Program Prioritas Presiden

Sekolah Rakyat, Gerakan Kebangsaan Untuk Membuka Akses Pendidikan

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Senin, 4 Agustus 2025 08:06 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Proses adaptasi ini membutuhkan waktu berapa lama ya?

Mengubah mental para pe­main Timnas di sepak bola butuh waktu dan proses. Saya cerita sedikit. Misalnya, saat Timnas U-17 satu grup dengan Brazil. Saya tanya pemain. Dan mereka menjawab, “Ka­lau bisa seri, Pak.” Ya, secara logika posisi kita memang jauh dibanding Brazil. Kita rangking 118. Tapi, dengan bertanding, paling enggak, fighting spirit-nya muncul. Masa kita bilang, “Oh, kamu beruntung kalah 5-0 juga.” Kalau sikapnya be­gitu, kapan bangsa ini menjadi bangsa optimis. Kita ini bangsa besar. Harus punya optimisme.

Kita tidak boleh mengkotak-kotakkan rakyat hanya karena perbedaan strata ekonomi atau latar belakang sosial. Setiap anak bangsa harus diberi ke­sempatan sama untuk tumbuh dan berkembang, siapa pun dia. Begitu juga di dunia pendidikan. Meskipun mereka anak-anak dari keluarga miskin, harus punya semangat dan keberanian untuk bermimpi, melihat ke atas dan berkata, “Saya juga bisa sampai ke sana.”

Jangan sampai mereka ber­pikir, “Karena saya miskin, berarti tertutup semua kesem­patan.”

Itu yang selalu ditekankan Bapak Presiden. Kita tidak boleh menutup kesempatan mereka, hanya karena miskin. Mereka harus punya semangat, harus percaya, bahwa mereka bisa berhasil.

Baca juga : Mega Perintahkan Kader Banteng Dukung Pemerintah, Gerindra Senang

Jadi, penting sekali ya mem­bentuk mentalitas dan rasa optimisme?

Tentu. Presiden Prabowo ingin guru-guru di Sekolah Rakyat adalah guru terbaik. Nantinya, murid-murid terbaik dari SMP bisa masuk ke sekolah terbaik SMA. Bahkan, kalau kami diminta untuk melibat­kan orang-orang terbaik dari BUMN, termasuk bersinergi dengan Danantara. Tentu kami sangat siap. Bahkan saya prib­adi pun siap turun langsung untuk membantu mengajar. Tentu sesuai dengan kapasitas dan keahlian saya.

Bicara pendidikan, aspek aka­demis atau edukatif saja tidak cukup. Pendidikan juga harus membangun motivasi dan mem­buka cara pandang anak-anak terhadap masa depan. Mereka perlu tahu bahwa dunia itu luas dan terbuka. Itulah pentingnya berbagi pengalaman.

Saya ingat betul, saat saya sekolah dulu. Beberapa kali ada orang-orang dari luar, datang ke sekolah untuk sharing experience. Berbagi cerita dan wawasan hidup mereka. Itu sangat membekas. Hal-hal semacam ini membentuk keseimbangan dalam cara ber­pikir. Sekolah bukan hanya tem­pat belajar pelajaran, tapi juga tempat membentuk gambaran hidup. Bahwa ada banyak jalan dan peluang yang bisa mereka tempuh.

Karena itu, kami berharap Sekolah Rakyat bisa benar-benar sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Dan seperti yang sering disampaikan Bapak Presiden, kita harus kerja keras untuk mewujudkan­nya. Apalagi beliau mengawasi langsung jalannya program ini.

Baca juga : Isu Munaslub Golkar Mimpi Di Siang Bolong

Sekolah Rakyat nantinya harus setara dengan sekolah unggulan ya?

Itu keinginan Presiden. Tapi tentu, butuh waktu. Hasilnya tak bisa terlihat dalam 1–2 bulan. Setidaknya satu hingga dua ta­hun ke depan. Masyarakat juga perlu waktu beradaptasi dengan sistem ini.

Proses pembangunan, terma­suk penambahan jumlah guru dan fasilitas pendukung lainnya, memerlukan waktu dan kerja sama banyak pihak. Namun yang jelas, program Sekolah Rakyat ini adalah terobosan luar biasa Bapak Presiden. Tujuannya jelas, mempercepat peningkatan kualitas SDM di seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari kalangan paling bawah.

Jangan sampai masyarakat miskin kehilangan harapan untuk ikut membangun bangsa. Hanya dengan pemerataan ak­ses pendidikan, Indonesia bisa benar-benar maju bersama.

Bagaimana peran Kementerian BUMN dalam Sekolah Rakyat?

Baca juga : PAN Kalbar Orkestrasikan Tokoh Senior Dan Figur Muda

Bapak Presiden ingin anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat memiliki fasilitas yang setara dengan sekolah for­mal lainnya. Bahkan, Bapak Presiden ingin menghadirkan guru-guru terbaik untuk mereka.

Nah, di sinilah peran kami. BUMN membantu dan koor­dinasikan agar infrastruktur seperti listrik, internet dan in­frastruktur pendukung lainnya bisa tersedia di Sekolah Rakyat. Tapi secara pribadi, saya juga ikut membantu Presiden untuk memastikan program Sekolah Rakyat ini berjalan dengan baik. Saya sudah turun ke beberapa titik, meski tidak dipublikasikan. Fokus saya, memastikan rakyat benar-benar merasakan manfaat dari program ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense