RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq menegaskan, pentingnya peran filantropi sebagai katalisator transformasi pendidikan nasional dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Hal ini disampaikan saat menyampaikan pidato kunci di acara Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest2025) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Dalam sesi bertajuk “Bersinergi Cerdaskan Negeri”, Wamen Fajar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi membangun pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan merata.
Baca juga : NDRC Indonesia Jadi Pilar Penting Ekosistem Sepakbola Nasional
“Kolaborasi bukan sekadar berbagi peran, tapi menyatukan harapan. Mari kita jadikan ekosistem filantropi sebagai bagian penting transformasi pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci menuju Indonesia Emas 2045, dan peran filantropi bukan hanya sebagai penyedia dana tambahan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan transformasi sosial.
Berdasarkan Indonesia Philanthropy Outlook 2024, sebanyak 89 persen program filantropi telah selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan 70 persen publik menilai lembaga filantropi sebagai mitra strategis pemerintah.
Baca juga : Wamenlu Anis Matta Ajak Diaspora Jadi Mitra Pembangunan IKN
Namun demikian, Wamen Fajar menggarisbawahi sejumlah tantangan kolaborasi, seperti lemahnya integrasi data, ketimpangan kapasitas kelembagaan, serta minimnya insentif kebijakan bagi sektor filantropi pendidikan.
Untuk itu, ia mengajukan tiga rekomendasi strategis. Pertama, membangun platform kolaborasi nasional berbasis data dan praktik baik. Kedua, mendorong kebijakan insentif bagi filantropi pendidikan, termasuk dalam perencanaan pembangunan daerah. Ketiga, pengembangkan kemitraan lintas sektor untuk memperkuat tata kelola ekosistem pendidikan.“Integrasi data antara kementerian dan filantropi Indonesia menjadi kata kunci penting untuk akselerasi kolaborasi sebagai bentuk konkrit partisipasi semesta,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wamen Fajar mengapresiasi FIFest2025 sebagai momentum strategis dalam mempertegas bahwa masa depan pendidikan Indonesia memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.“Budaya filantropi tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus ditopang oleh ekosistem yang sehat, regulasi progresif, jejaring yang kuat, dan tata kelola yang transparan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.