BREAKING NEWS
 

Soal Sampah Menggunung, Zulhas: Izin Dipangkas, 2 Tahun Tuntas

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 11 Agustus 2025 14:42 WIB
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: RM.ID/Khairizal Anwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Presiden memberi perhatian khusus pada persoalan sampah. Terutama pada tumpukan sampah di beberapa daerah yang sudah menjulang bak gedung 20 lantai.

“Bapak Presiden sampai heran, ‘Ini kok sampah sudah seperti gedung, kenapa tidak selesai-selesai?’” kata Zulkifli Hasan, dalam wawancara dengan Rakyat Merdeka di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (7/8/2025). 

Menurut Zulhas, begitu ia akrab disapa, persoalan sampah tak kunjung selesai karena proses perizinannya ruwet dan berputar-putar. Karena itu, Presiden menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk memangkas perizinan. Saat ini, Perpres soal pengelolaan sampah tengah menunggu finalisasi dan diharapkan rampung pekan ini. 

Baca juga : Berhasil Mendaki Gunung, Mahasiswa Dapat Beasiswa

Zulhas menerangkan, kalau mau pakai teknologi waste to energy, izinnya harus dari DPRD dan bupati. Bahkan kalau lintas kabupaten, harus izin lewat DPRD provinsi, gubernur, lalu antre izin di berbagai kementerian. Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Lingkungan Hidup. "Belum mulai, pengusaha sudah stroke,” kelakar Zulhas.

Adsense

Ke depan, proses itu akan dipangkas. Cukup izin dari Kementerian ESDM. PLN lalu yang menghitung bisnisnya. Setelah itu, bisa langsung dikerjakan. “Administrasi enam bulan, pengerjaan 1,5 tahun, jadi dua tahun selesai,” ujarnya.

Zulhas menambahkan, untuk daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari, pemerintah akan menggunakan incinerator. Incinerator adalah alat pembakar sampah bersuhu tinggi yang mengurangi volume sampah dan bisa menghasilkan energi. 

Baca juga : Soal Musibah Pendakian Di Gunung Rinjani, Pakar UGM Angkat Bicara

Sementara yang lebih kecil akan memanfaatkan RDF (Refuse Derived Fuel), sampah yang diproses menjadi bahan bakar setara batu bara 3.000 kalori atau diolah menjadi batu bata dan produk lain.

Di tingkat desa, kuncinya adalah perubahan budaya. Zulhas menegaskan, sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak. “Jangan ada makanan tersisa. Padahal, 40 persen sampah kita adalah sisa makanan,” ujarnya.

Mantan Ketua MPR ini menekankan pentingnya memilah sampah sejak rumah tangga. Organik terpisah dari plastik dan anorganik. Sampah kering bisa dijual, sementara sampah basah diolah menjadi kompos atau energi. “Kalau ini berjalan, 70 persen masalah sampah selesai,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense