RM.id Rakyat Merdeka - Kasus bunuh diri seorang ibu muda setelah meracuni 2 anaknya gara-gara persoalan ekonomi di wilayah Bandung menuai empati publik. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno ikut terpukul dengan kasus tersebut. Menurutnya, kisah tragis ini bukan hanya luka bagi keluarga, tapi jadi luka bagi Indonesia.
Sebagai perwakilan dari Pemerintah Pusat, Pratikno menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kejadian ini. Dia pun langsung perintahkan anak buahnya untuk takziah dan memberikan bantuan kepada keluarga.
“Kehilangan seorang ibu bersama kedua anaknya bukan hanya luka keluarga, tetapi juga luka bagi Indonesia,” kata Pratikno di Jakarta, Minggu (7/9/2025).
Pratikno memahami, betapa berat beban yang harus dipikul oleh keluarga, khususnya kalangan perempuan. “Ketika tekanan ekonomi, konflik rumah tangga, dan minimnya dukungan psikososial bertemu dalam satu titik bersamaan,” tutur Pratikno.
Baca juga : Belum Setahun Kerja, Kabinet Di-Reshuffle
Tim Kemenko PMK, disebutnya, sudah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah, untuk memastikan layanan konseling dan perlindungan segera tersedia bagi keluarga.
“Pemerintah bersama KPPPA, Kemenkes, BPJS, serta pemerintah daerah terus memperkuat sistem deteksi dini, intervensi dini, dan akses layanan konseling serta perlindungan keluarga,” jelas Mensesneg periode 2014-2024 itu.
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada ini menambahkan, Pemerintah akan bekerja lebih keras agar kelompok rentan, termasuk masyarakat miskin, terlindungi.
“Kejadian tragis ini semakin menggerakkan kami di pemerintah untuk kerja lebih keras lagi,” pungkasnya.
Baca juga : Sri Mul Diganti, Pasar Kaget
Staf Khusus Menteri Bidang Mobilisasi Sumber Daya Bencana Kemenko PMK Mochammad Luthfie Beta menegaskan pihaknya sudah terjun ke lokasi untuk memberikan pendampingan.
“Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya memperkuat akses layanan konseling, kesehatan mental, dan perlindungan keluarga,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Dia memastikan, keluarga mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik melalui layanan psikososial maupun dukungan perlindungan berkelanjutan.
“Negara akan selalu hadir untuk melindungi rakyatnya,” tegas Luthfie.
Baca juga : Anggaran MBG Rp 1,2 T Per Hari
Senada, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Veronica Tan menyebut peristiwa itu memilukan. Baginya, kejadian ini adalah panggilan darurat buat Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat jejaring perlindungan sosial.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.