Dark/Light Mode

Harbolnas 2025 Bidik Transaksi Rp 35 Triliun, Produk Lokal Jadi Primadona

Selasa, 9 September 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) berbincang dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso (kiri) dan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto saat pembukaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) berbincang dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso (kiri) dan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto saat pembukaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersama platform e-commerce kembali menggelar Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2025 dengan target transaksi sebesar Rp 35 triliun. Angka ini naik sekitar 10 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 31,2 triliun.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto menjelaskan, Harbolnas 2025 akan berlang­sung pada 10-16 Desember 2025. Pesta belanja daring ini untuk mendorong daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital.

“Karena roadmap-nya sudah 4 bulan sebelumnya, tiap bulan masing-masing nambah Rp 1 triliun. Jadi kalau Rp 31 triliun, tambah Rp 1 triliun per bulan jadinya Rp 35 triliun,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Road To Harbolnas 2025 Nya­takan Cinta Nusantara di Kan­tor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Menurut Airlangga, Har­bolnas juga menjadi peluang besar bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Baca juga : Warga Nikmati Campursari Tanda Jakarta Asyik Lagi...

Diskon Harbolnas tahun ini tidak hanya berlaku secara daring. Airlangga memastikan bahwa mall-mall di seluruh In­donesia juga akan memberikan diskon untuk pembelian secara luring (offline), guna membantu daya beli masyarakat.

“Program diskon bareng itu bisa membantu daya beli masyarakat,” ungkap Airlangga.

Dia juga memastikan jumlah UMKM yang terlibat akan se­makin banyak.

“Karena yang dijual ada ba­rang-barang yang dengan harga relatif murah ataupun bersaing. Tetapi sekarang kami minta juga produk UMKM bisa lebih banyak. Tahun kemarin 30 persen, tahun ini kami minta supaya lebih tinggi dari itu,” pintanya.

Baca juga : Penyidikan Kasus Iklan BJB, KPK Buka Peluang Jerat Tersangka Baru

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, per­siapan Harbolnas yang dimulai sejak September 2025 menjadi momentum bagi pelaku usaha, UMKM dan platform e-com­merce untuk bersiap diri.

“Dari segi pelaku usahanya maupun juga dari platform e-com­merce, serta dari para UMKM itu bisa bersiap untuk meningkatkan promosi,” ujarnya.

Budi menegaskan, persiapan dini penting untuk memperkuat ekosistem e-commerce nasional. Dan memastikan target pening­katan kontribusi produk lokal tercapai.

“Harbolnas tahun ini memang kami harapkan bisa meningkat. Terutama untuk produk-produk lokal kami targetkan lebih dari 50 persen,” tegasnya.

Baca juga : Serbia Vs Inggris, Ambisi Tetap Sempurna

Ketua Umum Asosiasi E-Com­merce Indonesia (IdEA) Hilmi Adrianto menyampaikan, Har­bolnas ke-14 ini merupakan wu­jud nyata kolaborasi Pemerintah, industri, dan pelaku usaha.

“Road To Harbolnas adalah bukti nyata, kolaborasi lintas sektor dan dapat memberikan dampak positif yang luas dan berkelanjutan bagi perekono­mian nasional,” kata Hilmi.

Menurutnya, kampanye Har­bolnas 2025 mengusung tema “Nyatakan Cinta Nusantara”. Tema ini mengajak seluruh pihak meneguhkan kecintaan dan komit­men terhadap kemajuan ekonomi bangsa. Khususnya melalui pem­berdayaan UMKM dan penguatan ekosistem digital. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.