Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
5 Menteri Dicopot, Badan Haji Jadi Kementerian
Belum Setahun Kerja, Kabinet Di-Reshuffle
Selasa, 9 September 2025 07:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabinet Merah Putih belum satu tahun kerja. Namun, Presiden Prabowo Subianto sudah melakukan reshuffle. Lima menteri dicopot dan Badan Penyelenggara Haji dan Umrah dinaikkan posisinya menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Pelantikan menteri-menteri baru dalam reshuffle ini, dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025) sore. Sebelum pelantikan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle.
Saat itu, Mensesneg belum menyebut nama menteri baru. Mensesneg hanya memaparkan lima kementerian yang kena reshuffle. Kelima kementerian tersebut adalah Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kelima kementerian itu dipimpin oleh: Budi Gunawan, Sri Mulyani, Abdul Kadir Karding, Budi Arie Setiadi, dan Dito Ariotedjo.
“Dengan demikian ada enam kementerian yang menjadi perhatian, satu kementerian baru dan lima yang mengalami perubahan susunan pejabat,” jelas Mensesneg.
Dia lalu menjelaskan alasan Presiden Prabowo melakukan reshuffle. "Atas berbagai perkembangan masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, maka pada sore hari ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih," terangnya.
Baca juga : Sri Mul Diganti, Pasar Kaget
Setelah itu, para menteri yang akan dilantik tiba di Istana dengan mengenakan jas lengkap dipadukan dasi warna biru. Mereka adalah Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa yang dilantik menjadi Menteri Keuangan, lalu politisi Golkar Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang naik kelas menjadi Menteri Koperasi, serta Kepala Badan Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf yang naik jabatan menjadi Menteri Haji dan Umrah. Di saat yang sama, Prabowo juga melantik Wakil Kepala Badan Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Prosesi pelantikan dimulai dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri. Prabowo kemudian memandu pembacaan sumpah jabatan bagi para menteri.
Para menteri dan wakil menteri kemudian mengucapkan sumpah, berjanji akan setia kepada Undang-Undang Dasar 1945, menjunjung tinggi jabatan, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan bangsa dan negara.
Setelah resmi dilantik, para Menteri dan Wakil Menteri menandatangani berita acara pelantikan. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Prabowo dan anggota kabinet yang menghadiri proses pelantikan itu.
Untuk posisi Menko Polkam, pengganti Budi Gunawan belum dilantik. Mensesneg menyebut, posisi Menko Polkam akan dijabat oleh pejabat ad interim.
Baca juga : Anggaran MBG Rp 1,2 T Per Hari
Soal nama, Mensesneg belum bisa mengungkap. “Tunggu, nanti diumumkan. Sebelum (Keppres) ditandatangani, kami belum bisa menyampaikan,” ucapnya.
Untuk posisi Menpora, pelantikan juga belum bisa dilakukan karena pejabat baru sedang berada di luar kota. “Akan dijadwalkan kembali pada prosesi pelantikan berikutnya,” terang Mensesneg.
Menanggapi reshuffle ini, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. Pihaknya tak mencampuri urusan yang sepenuhnya menjadi wewenang Presiden.
"Setiap kabinet adalah kewenangan Presiden," tegas Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini.
Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono meyakini, Prabowo mempunyai pertimbangan matang sehingga melakukan kocok ulang meski kabinet belum berusia setahun. "Hak prerogatif Presiden untuk menentukan siapa yang dinilai layak dan mampu untuk duduk di dalam kabinet ini," ucap Dave.
Baca juga : Suroto: Dari Awal Sudah Salah Konsep, Tunda Dulu
Dia menambahkan, para menteri baru yang dilantik merupakan opsi terbaik di mata Kepala Negara. "Kami yakin Presiden pasti memilih yang terbaik dengan memiliki perhitungannya tersendiri," sambungnya.
Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim melihat, reshuffle kabinet ini bukan sekadar keputusan politik, tetapi wujud kesungguhan Prabowo untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Intinya, Presiden ingin memberi yang terbaik untuk pelayanan bagi nusa dan bangsa,” tegasnya.
Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Karim Suryadi menyatakan, reshuffle ini menandakan Prabowo ingin kerja cepat. Prabowo sengaja memecut laju kabinetnya agar lebih fokus dalam bekerja.
"Meski belum lama ini mengapresiasi kinerja para menteri yang dinilainya sudah bekerja keras, kini tiba juga pada keputusan mengganti para pembantunya," ucap Prof. Karim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya