BREAKING NEWS
 

Kementerian Ekraf Dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Ekonomi Kreatif

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 10 September 2025 19:56 WIB
Foto: Kementerian Ekraf

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat fondasi riset-inovasi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif yang kini dipandang sebagai mesin ekonomi baru Indonesia.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya pemetaan potensi subsektor ekonomi kreatif agar bisa berkembang sebagai “tambang baru” perekonomian nasional. Menurutnya, riset menjadi fondasi utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dari daerah, sekaligus menjawab tantangan di 17 subsektor, khususnya tujuh subsektor prioritas.

“Melalui pemetaan dan kajian berbasis riset, kita bisa memastikan subsektor ekraf tumbuh sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi Kepala BRIN Laksana Tri Handoko di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Baca juga : Tugure Gaet Pandawara Dan Pemkot Bekasi Gelar River Clean Up Di Kali Kapuk

Kolaborasi dengan BRIN meliputi pemanfaatan fasilitas riset, penguatan perlindungan serta komersialisasi kekayaan intelektual, hingga pengembangan kompetensi SDM ekraf. Sinergi ini diharapkan meningkatkan daya saing subsektor prioritas seperti gim, aplikasi, fesyen, kriya, musik, hingga seni pertunjukan.

Adsense

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyatakan pihaknya siap mendukung roadmap riset ekonomi kreatif 2025. Ia menekankan, selain berbasis teknologi, ekraf berbasis budaya juga punya potensi besar untuk dikembangkan.

“Di banyak negara, ekonomi kreatif berbasis teknologi punya rentang pengembangan panjang. Di sisi lain, ekraf berbasis budaya juga penting, dan kami siap menjadi enabler yang menjembatani subsektor ekraf dengan hasil riset BRIN,” jelas Handoko.

Baca juga : Rayakan Harpelnas, J Trust Bank Perkuat Layanan Inovatif

Handoko menambahkan BRIN saat ini fokus pada peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui riset turunan yang relevan untuk dikelola bersama ekosistem ekraf.

Kemenparekraf menilai kerja sama ini sejalan dengan implementasi Asta Ekraf yang mencakup penguatan data, talenta, infrastruktur, pendanaan, dan pasar. Sinergi riset dan kebijakan diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan PDB, ekspor, investasi, dan lapangan kerja.

Audiensi ini turut dihadiri pejabat tinggi dari kedua lembaga, baik dari BRIN maupun Kementerian Ekraf.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense