Sebelumnya
Menurutnya, mayoritas pekerja migran Indonesia saat ini masih didominasi sektor domestik. Karena itu, peningkatan kompetensi, baik keterampilan teknis maupun kemampuan berbahasa asing, menjadi hal yang mendesak.
“Penguasaan bahasa akan memperkuat citra dan profesionalitas pekerja migran di tingkat internasional,” ujarnya.
Baca juga : Ngadu Soal Rencana Pemotongan Dana TKD, 18 Gubernur Datangi Menteri Keuangan
Menteri P2MI/Kepala BP2MI Mukhtarudin akan terus menjaring berbagai masukan untuk memperkuat sistem pengelolaan P2MI agar lebih efektif dan adaptif terhadap dinamika di lapangan.
Menurutnya, P2MI akan mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan grand design komprehensif, guna mengoptimalkan perlindungan dan pelayanan bagi pekerja migran.
Baca juga : PKS-Golkar Kompak Dukung Prabowo Tindak Tegas Tambang Timah Ilegal
“Di saat yang sama, pelayanan kepada pekerja migran akan tetap berjalan sembari memperkuat aspek regulasi dan koordinasi antarinstansi,” ucapnya.
Terkait kompetensi pekerja migran, dia mengamini hal itu menjadi persoalan penting. Dia menilai, permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan (skill), juga menyangkut aspek integritas, kejujuran, serta kedisiplinan.
Baca juga : Warga Gembira Dihadiahi SuperSUN, PLN Listriki Daerah Terisolasi Di Sulsel
Karena itu, diperlukan pendidikan vokasi (pelatihan) yang mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja pada keseluruhan aspek tersebut. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 9 Oktober 2025 dengan judul "Supaya Pemda Punya Pedoman Mendagri Minta Desain Tata Kelola PMI Disusun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.