Dark/Light Mode

Curhat Via Aplikasi JAKI Dicuekin

Warga Jakarta Lebih Banyak Ngadu Ke Medsos Pramono

Kamis, 9 Oktober 2025 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak warga yang menyampaikan pengaduan tentang berbagai persoalan melalui akun media sosial (medsos) pribadi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Hal ini disinyalir Pram, karena berbagai kanal pengaduan yang tersedia, tidak menindaklanjuti aduan dengan serius.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyediakan sejumlah kanal aduan. Antara lain, aplikasi Jakarta Kini (JAKI), media sosial seperti X/Facebook @DKIJakarta, email [email protected], WhatsApp 08111272206, aplikasi LAPOR 1708, hingga kunjungan langsung ke kantor Kelurahan, Kecamatan, Balai Kota, atau Inspektorat. 

Bahkan, JAKI yang jadi maskot kanal aduan dan kebanggaan Jakarta, diadopsi dan diterapkan di beberapa provinsi dan kota lain, seperti Lampung, Banda Aceh dan Medan. Namun, lantaran aduan warga yang disampaikan via JAKI lama ditindaklanjutinya, warga akhirnya menyerbu akun medsos Gubernur. 

Baca juga : Penetapan TSK Korupsi Tidak Harus Ada LHP Kerugian Negara

“Saya dan Wakil Gubernur yang paling sering mendapat pengaduan masyarakat melalui media sosial,” kata Pram saat rapat pimpinan paripurna yang dihadiri seluruh pejabat Pemprov DKI, Selasa (7/10/2025). 

Pram mencontohkan, banyak pertanyaan mengenai calon petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang sudah dinyatakan lolos, namun hingga kini belum ada kepastian kapan menandatangani kontrak kerja. 

Kemudian, Pram menginstruksikan kepada jajaran terkait agar para petugas PPSU baru itu menandatangani kontrak dan langsung bekerja pada 10 Oktober 2025. “Saya minta betul, setiap ada pengaduan, ditangani secara serius. Jangan ditunda-tunda,” tandas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. 

Baca juga : Ceko Vs Kroasia, Berebutan Posisi Puncak

Lantaran banyak pengaduan warga yang masuk ke medsos pribadinya, Pram menyoroti keberadaan JAKI dan Cepat Respons Masyarakat (CRM), di mana kanal aduan itu ada Person in Charge (PIC) atau penanggung jawab yang ditunjuk masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Tapi mohon maaf, dengan segala hormat, saya melihat ini hanya basa-basi, karena tidak ditangani secara sungguh-sungguh,” sentilnya. 

Pram mengingatkan, di negara demokrasi, keberhasilan Pemerintah itu apabila mampu menjawab pengaduan masyarakat. “Pengaduan masyarakat bukan sekadar laporan, itu amanah yang harus ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Insya Allah Pemerintah Jakarta akan terus mendengar dan menyelesaikan setiap persoalan warga,” ucapnya. 

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Cyril Raoul Hakim menuturkan, dalam rapat pimpinan paripurna pejabat Pemprov DKI itu, Gubernur mempertanyakan, mengapa banyak warga yang menyampaikan aduan langsung ke medsos pribadinya. “Artinya, ada yang tersumbat,” kata politisi berpanggilan Chico ini, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/10/2025). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.