BREAKING NEWS
 

Setahun Berdampak

Listrik Terangi Pelosok Negeri, Negara Hadir Hingga Ujung Nusantara

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 22 Oktober 2025 15:49 WIB
Warga di pelosok negeri kini menikmati terang berkat program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperluas akses energi ke seluruh pelosok Indonesia. Melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), warga di daerah terpencil kini bisa menikmati terang di rumah mereka. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar kehadiran negara benar-benar dirasakan sampai ke pelosok.

“Di desa-desa terpencil, cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi. Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan, namun meningkatkan pula akses pendidikan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (21/10).

Kementerian ESDM mencatat, program Listrik Desa telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberi manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru. Program BPBL periode 2024 telah diterima 155.429 rumah tangga, sedangkan periode Januari–September 2025 sudah mencapai 135.482 rumah tangga dari target 215.000 rumah hingga akhir tahun. Program ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemerataan energi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : UMKM Binaan BRI Batik Khas Tangerang Ini Perluas Pasar Hingga Luar Negeri

Rasio elektrifikasi nasional kini mencapai 99,1 persen. Bahlil mengatakan, sebagian kecil wilayah yang belum terjangkau merupakan daerah dengan kondisi geografis sulit, seperti pulau-pulau kecil dan pedalaman. Untuk itu, pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan agar seluruh rakyat dapat menikmati terang.

Adsense

“Perubahan arah kebijakan juga mencakup transformasi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan. Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi. Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata,” kata Bahlil.

Bahlil menegaskan, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi 100 persen dapat tercapai. “Setelah 80 tahun merdeka, tidak selayaknya ada warga yang masih mengalami gelap gulita,” ujarnya.

Baca juga : Sandi Fitrian Noor: Transisi Penyelenggaraan Haji Harus Komprehensif

Manfaat program ini sudah dirasakan langsung masyarakat. Ruslam, warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kini bisa menikmati penerangan tanpa harus membeli bensin untuk genset setiap malam. “Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang, tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ucap Ruslam.

Sementara di timur Indonesia, warga Kampung Iraiweri, Distrik Anggi, Pegunungan Arfak, Papua Barat, juga telah menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi. “Semua rumah itu harus dapat listrik, supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar, mamak-mamak bisa masak dengan (penerangan) lampu. Saat saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar, itu pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita,” ungkap Elias Inyomusi.

Pemerintah menargetkan seluruh pelosok negeri akan terang sepenuhnya pada 2030. Bahlil menegaskan kembali bahwa rasio elektrifikasi 100 persen harus tercapai agar tidak ada lagi warga Indonesia yang hidup dalam kegelapan. Cahaya yang kini menerangi desa-desa menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyatnya, dari Sabang sampai Merauke.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense