Sebelumnya
Purbaya menegaskan tidak ada yang akan diubah dalam gaya komunikasi koboi miliknya. Walau, ia menyadari ada sejumlah orang yang tidak terima dengan caranya berkomunikasi.
“Saya baru tahu bahwa sebagian orang enggak bisa terima, tapi biar saja. For the sake of the country, I don’t care! Tapi karena ini perintah (Presiden Prabowo), kalau diperintah berubah, saya berubah,” tegasnya.
Meski begitu, kritik terhadap Purbaya tetap bermunculan. Salah satunya datang dari mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. Lewat kanal YouTube pribadinya, Hasan menilai gaya komunikasi Purbaya terlalu sering menimbulkan gesekan di ruang publik.
Baca juga : Ke Malaysia, Thailand, Kamboja, Trump Kasih Tarif Impor Nol Persen
“Kalau sesama anggota kabinet saling baku tikam di depan umum, itu bisa melemahkan pemerintah,” ujar Hasan, Senin (27/10/2025).
Hasan mengingatkan, beda pandangan di dalam kabinet sebaiknya diselesaikan di ruang tertutup, bukan dipertontonkan. “Hari ini si A kena setrum, besok si B kena sengat, lalu si C kebakar. Kalau begitu terus, publik bisa kehilangan kepercayaan,” katanya.
Menurutnya, menjaga soliditas pemerintahan jauh lebih penting daripada saling menonjolkan diri. “Soliditas pemerintah itu penting sekali. Konsolidasi kekuasaan juga penting,” ucapnya.
Baca juga : Gubernur Papua Terima Aspirasi Majelis Rakyat
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun juga sempat mengingatkan Purbaya untuk tidak mencampuri urusan kementerian lain. Menurutnya, Purbaya fokus saja pada pada desain ekonomi besar untuk mendukung visi Presiden.
“Pak Purbaya harus berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain,” ujar Misbakhun beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui. Dalam sebulan menjabat sebagai bendahara negara, Purbaya memang sempat bersilang pendapat dengan sejumlah pejabat. Misalnya soal dana mengendap di pemerintah daerah, yang membuatnya berdebat terbuka dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia juga pernah bersahut-sahutan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, terutama terkait proyek kilang Pertamina dan data LPG 3 kilogram.
Baca juga : Mandiri Sukses Salurkan Kredit Hingga Rp 1.764 T
Meski kerap menuai kontroversi, Purbaya mengaku tidak terganggu. Ia justru menganggap gaya komunikasinya penting agar publik tahu pemerintah bekerja dan tidak menutup-nutupi masalah. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.