BREAKING NEWS
 

Sektor Manufaktur Tumbuh, Kemenperin Andalkan IKI Sebagai Indikator

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 3 November 2025 13:58 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) lebih mencerminkan kondisi industri dibanding Purchasing Managers’ Index (PMI).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, PMI yang dirilis bulanan oleh S&P Global hanya memberikan gambaran makro secara umum dan belum cukup rinci menggambarkan kondisi setiap subsektor industri.

“Saya ingin mengajak semua pihak untuk cermat dan bijak menggunakan data PMI dari S&P Global tiap bulannya. Sampel PMI lebih sedikit dibanding Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang kami gunakan. Selain itu, PMI belum cukup detail menggambarkan kondisi subsektor industri, padahal tiap subsektor memiliki dinamika yang berbeda-beda,” ujar Menperin di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Menurut Agus, Kemenperin menggunakan data IKI sebagai acuan utama karena dianggap lebih komprehensif dan akurat dalam mencerminkan kondisi aktual manufaktur nasional. IKI, lanjutnya, disusun berdasarkan sampel yang lebih luas dari industri dalam negeri dan memperhitungkan variabel yang relevan bagi perumusan kebijakan.

Baca juga : Industri Ban Tertekan Ekspor, Kemenperin Siapkan Pendampingan

PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global tercatat naik dari 50,4 pada September menjadi 51,2 pada Oktober 2025, menandakan ekspansi manufaktur selama tiga bulan berturut-turut. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas momentum pertumbuhan industri nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Kemenperin mencatat, dari komponen pembentuk PMI, pesanan baru (new orders) meningkat dari 51,7 menjadi 52,3, sedangkan tingkat ketenagakerjaan naik dari 50,7 ke 51,3. Hal ini mencerminkan kepercayaan pasar yang menguat serta peningkatan kapasitas produksi industri.

“Kita melihat adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja pada laju tercepat sejak Mei 2025. Ini sinyal baik karena aktivitas industri kembali mendorong penciptaan lapangan kerja,” kata Agus.

Adsense

Sementara itu, output atau aktivitas produksi tercatat stabil di level 50,0. Kondisi ini menunjukkan pelaku industri menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan pasar. Beberapa perusahaan dilaporkan memanfaatkan stok yang ada untuk memenuhi kenaikan pesanan baru, sehingga stok barang jadi menurun tipis.

Baca juga : Berkat MTN, Kementerian Kebudayaan Raih Collaboration and Partnership Champion

Menperin menambahkan, peningkatan kinerja industri nasional di tengah tekanan global menunjukkan ketahanan sektor manufaktur Indonesia yang semakin kuat.

“Walaupun ekspor masih melambat akibat pelemahan permintaan di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, kekuatan konsumsi dalam negeri menjadi motor utama pertumbuhan industri kita,” ujarnya.

Kemenperin terus berupaya menjaga daya saing industri melalui peningkatan efisiensi produksi, peningkatan nilai tambah, serta program upskilling dan reskilling tenaga kerja.

S&P Global juga mencatat, inflasi harga input mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir akibat kenaikan harga bahan baku. Namun, kenaikan harga jual oleh produsen masih terbatas.

Baca juga : Industri Manufaktur Tetap Ekspansif, IKI Oktober Naik Jadi 53,50


“Hal ini menunjukkan pelaku industri menjaga daya saing harga produk dalam negeri agar tetap kompetitif, sekaligus menahan inflasi di tingkat konsumen,” jelas Agus.

Secara regional, PMI manufaktur ASEAN naik ke level 51,6 pada Oktober 2025, dengan Indonesia (51,2) masih berada di zona ekspansi bersama Thailand (56,6), Vietnam (54,5), dan Myanmar (53,1). Sementara China (51,2) dan India (57,7) juga mencatat ekspansi terbatas, menandakan stabilisasi aktivitas manufaktur global.

Menutup keterangannya, Menperin menegaskan bahwa Kemenperin akan terus memantau berbagai indikator manufaktur untuk memperkuat perumusan kebijakan industri nasional.

“Kami optimistis sektor manufaktur akan tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Kemenperin akan terus memastikan iklim usaha yang kondusif, memperkuat daya saing, dan mendorong transformasi menuju industri hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense