Dark/Light Mode

PKS Desak Pemerintah, Kendalikan Harga Pangan!

Minggu, 28 September 2025 06:40 WIB
Sekjen PKS, Muhammad Kholid. (Foto: Dok. PKS)
Sekjen PKS, Muhammad Kholid. (Foto: Dok. PKS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti kenaikan harga pangan di Tanah Air. Di antaranya, beras premium, minyak goreng, dan bawang putih, makin memberatkan rakyat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid mendesak Pemerintah segera mengendalikan harga pangan. Dia mengatakan, stabilitas harga pangan bukan sekadar indikator ekonomi, tetapi juga cerminan tanggung jawab negara dalam melindungi rakyatnya. 

“Karena itu, Pemerintah perlu bergerak cepat, tepat, dan terukur agar rakyat tidak semakin terbebani,” kata Kholid di Jakarta, Kamis (25/9/2025). 

PKS mencatat harga-harga pangan yang masih memberatkan masyarakat. Di antaranya, harga rata-rata beras premium nasional kini menembus Rp 15.924/kg, naik 6,87 persen di atas HET Rp 14.900/kg. MinyaKita juga tercatat Rp 17.496/liter (naik 11,44 persen dari HET), minyak goreng kemasan Rp 20.898/liter, dan harga bawang putih rata-rata Rp 37.323/kg. 

“Bahkan di Jakarta sudah men­capai Rp 50.000/kg,” katanya. Kholid menekankan, situasi ini harus direspons dengan langkah taktis sekaligus strategis. Dalam jangka pendek, kata dia, Pemerintah perlu mempercepat operasi pasar, memperketat pengawasan distribusi, serta memastikan stok pangan merata di semua daerah. 

Baca juga : Rayakan 70 Tahun Perjalanan, CIMB Niaga Permudah Cicilan KPR Tanpa Beban

“Langkah ini penting agar harga segera terkendali dan daya beli masyarakat tidak terus tergerus,” tegasnya. 

Vokalis PKS di Senayan ini juga meminta Pemerintah merumuskan solusi jangka menengah panjang menghadapi kecenderungan kenaikan harga pangan. Misalnya, memperkuat cadangan pangan nasional, meningkatkan kapasitas produksi domestik melalui dukungan pada petani, serta menata ulang rantai pasok agar lebih efisien dan adil. 

“Dengan begitu, kita tidak hanya reaktif setiap kali harga naik, tapi punya fondasi yang kokoh dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” sarannya. 

Kholid mengatakan, PKS terus memberikan masukan kritis yang konstruktif dan solutif kepada Pemerintah. PKS, kata dia, ingin Pemerintah sukses dalam menjaga stabilitas harga pangan sebagai perwujudan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. 

“Karena keberhasilan itu adalah keberhasilan bersama,” pungkas politikus jebolan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini. 

Baca juga : Lapangan Kerja Kian Terbuka, IEU-CEPA Membuat Ekspor Makin Cuan

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sudah berkolaborasi membuat operasi pasar untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga pangan. Misalnya, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (23/9/2025). 

Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Bulog dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan 10 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), serta komoditas penting lain seperti telur, minyak goreng, gula, cabai, dan bawang. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya atas keberhasilan menggelar GPM. Dia memuji Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, atas keberhasilan mengendalikan inflasi. 

“Pak Wali Kota Eri Cahyadi luar biasa. Surabaya deflasi 0,07 persen. Ini harus jadi contoh bagi daerah lain,” kata Amran, Selasa (23/9/2025). 

Amran juga menegaskan pentingnya menjaga harga beras agar tidak melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi). Dia menilai Surabaya berhasil menjaga stabilitas tersebut melalui operasi pasar beras SPHP. 

Baca juga : Beras Premium Mahal, Warga Pilih Yang Medium

Menteri Amran menambahkan, kegiatan GPM di Jawa Timur merupakan bagian dari pelepasan 2.400 ton beras SPHP secara serentak. Kegiatan tersebut, kata dia, langkah awal dari operasi pasar skala besar yang akan terus digelar hingga akhir tahun di seluruh Indonesia. 

“Presiden Prabowo minta kami turun langsung ke lapangan. Saat ini stok nasional mencapai 1,3 juta ton dan 1 juta ton lagi siap untuk operasi pasar. Ini stok tertinggi sepanjang sejarah,” bebernya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.