BREAKING NEWS
 

Usai Badai Cesium-137

Udang RI Siap Bangkit Lagi

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 9 November 2025 07:00 WIB
Rekan-rekan Abu Hashina sedang menebar benih di lahan tambak Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (8/11/2025). Setelah badai isu Cesium-137, para petambak kembali optimistis menatap musim panen. (Foto: Dok. Pribadi Abu Hashina).

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri udang Tanah Air mulai menggeliat setelah sempat terpukul isu Cesium-137 (Cs-137). Setelah dua hingga tiga bulan tertahan, Indonesia akhirnya bisa kembali mengekspor udang ke Amerika Serikat. Di dalam negeri, kepercayaan konsumen pun sudah pulih. Tak lagi gamang oleh kabar simpang siur soal udang terpapar radioaktif.

Aroma ikan segar menyeruak dari lapak sederhana milik Mama Opik di depan Masjid Al Akbar, Perumahan Venesia, Cileungsi, Bogor, Sabtu (1/11/2025) pagi. Di atas meja kayu, aneka hasil laut tersusun rapi di atas nampan perak. Ada ikan kembung, tongkol, cumi, hingga udang yang masih tampak mengilap.

Perempuan paruh baya itu bercerita, penjualan udang sempat anjlok saat ramai isu udang terpapar radioaktif, medio Agustus lalu. Waktu itu, ada beberapa konsumen yang ragu. Pasalnya informasi udang terpapar radioaktif masih simpang siur. “Saya selalu jelaskan kalau udangnya berasal dari Muara Angke, tidak terpapar radioaktif,” ujar Mama Opik kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Kemen PPPA Gercep Pulihkan Korban Ledakan SMA 72

Kekhawatiran soal udang terpapar Cs-137 memang sempat meluas dan dirasakan konsumen udang. Septiani, warga Perumahan Venesia, salah satunya. Pagi itu, Septiani membeli setengah kilogram udang. Ibu dua anak ini mengaku sempat ragu saat isu Cs-137 merebak. Apalagi kabar tersebut ramai beredar di media sosial. Namun, setelah lihat berita di TV dan baca klarifikasi dari media mainstream, Septiani mengaku jadi tenang. “Saya yakin udangnya aman, nggak seperti yang dibilang di medsos,” kata Septiani kepada Rakyat Merdeka.

Kisruh soal udang RI mengandung Cs-137 bermula dari temuan Badan Pengawas Obat dan Pangan (FDA) AS pada 10 Agustus lalu. Mereka mendeteksi jejak isotop radioaktif pada udang beku asal Indonesia yang diproduksi PT BMS.

Akibat temuan itu, AS menarik produk udang yang sudah beredar, mengembalikan sejumlah kontainer, dan menghentikan sementara impor udang dari Indonesia. Keputusan tersebut membuat industri udang Tanah Air terpukul berat. Maklum, AS merupakan pasar utama udang RI. Sekitar 70 persen ekspor udang Indonesia dikirim ke sana.

Baca juga : Jadi Percontohan DPW Lain, PAN Jambi Ingatkan Kader Jaga Amanah

Pemerintah pun merespons kasus ini dengan membentuk Satuan Tugas Penanganan Cesium-137. Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cs-137 Bara Krishna Hasibuan mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui sumber kontaminasi Cs-137 bukan berasal dari tambak, namun dari pabrik baja PT PMT di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Pabrik itu menggunakan bahan baku berupa scrap atau serbuk besi bekas. Kontaminasi menyebar lewat udara ke fasilitas pengemasan udang milik PT BMS, yang berjarak sekitar dua kilometer dari pabrik tersebut.

Kata Bara, Pemerintah sudah menyampaikan hasil lengkap penanganan kasus ini kepada pihak AS. Laporan itu mencakup analisis penyebab utama, langkah perbaikan, hingga tindakan pencegahan yang sudah dilakukan. “Kami ingin meyakinkan pihak AS bahwa Indonesia telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta,” ujar Bara, saat ditemui Rakyat Merdeka di kantornya, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Kata dia, AS kemudian membuka kembali pintu ekspor udang. Namun, dengan syarat yang lebih ketat. AS mewajibkan sertifikat bebas Cs-137 terhadap udang yang berasal dari Jawa dan Lampung yang masuk dalam yellow list atau daftar kuning. Sertifikat bebas radioaktif itu diterbitkan oleh Badan Mutu KKP selaku otoritas yang telah disepakati FDA.

Baca juga : Tidar Warning Budi Arie, Gerindra Bukan Tempat Persinggahan Politik

Bara mengatakan, dari hasil penyelidikan juga diketahui kandungan kontaminasi radioaktif pada produk udang jauh di bawah ambang batas kontaminasi yang ditetapkan FDA. Meski begitu, Bara menyatakan pemerintah menganggap temuan radioaktif sebagai masalah serius. “Kami ingin menunjukkan kepada dunia luar bahwa kami mampu untuk mengatasi ini secara cepat dan efektif,” kata Bara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense