Sebelumnya
Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI) atau Perhimpunan Petambak Udang Indonesia (PPUI) Andi Tamsil mengakui kasus Cs-137 menjadi pukulan telak bagi industri udang nasional. Tak hanya ekspor ke AS yang terganggu, pasar dalam negeri pun ikut terdampak oleh kabar simpang siur soal “udang radioaktif”.
Untuk meredam kepanikan publik, SCI menggencarkan kampanye edukasi. Salah satunya melalui acara Berbagi Udang Setengah Ton Bersama Chef sekaligus YouTuber Bobon Santoso di Palmerah, Jakarta Barat, 7 Oktober 2025. Dalam acara tersebut, para petambak memasak dan membagikan udang hasil tambak kepada sekitar 600 warga.
Baca juga : Kemen PPPA Gercep Pulihkan Korban Ledakan SMA 72
“Kami ingin membuktikan, udang kita aman dari radioaktif. Udang yang terkontaminasi sudah diamankan dan tidak masuk pasar. Perlu kampanye bersama supaya masyarakat tidak takut makan udang,” ujar Andi kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (8/11/2025).
Andi pun mengapresiasi gerak cepat pemerintah dalam menangani kasus ini. Hasil penyelidikan menunjukkan sumber kontaminasi bukan berasal dari tambak ataupun kecrik (alat tangkap udang). “Pelaku industri sudah memenuhi permintaan Amerika agar udang dari Jawa dan Lampung memiliki sertifikat bebas Cs-137,” jelasnya.
Baca juga : Jadi Percontohan DPW Lain, PAN Jambi Ingatkan Kader Jaga Amanah
Namun, proses sertifikasi ini tidak mudah. Alat pendeteksi Cs-137 masih sangat terbatas. Indonesia baru memiliki empat unit milik Bapeten. Satu kontainer udang membutuhkan waktu sekitar 6–7 jam untuk diperiksa, dan hasil laboratorium baru keluar sekitar sepuluh hari kemudian.
Saat ini, lanjut dia, Indonesia sedang menjalankan uji coba Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diminta pihak AS selama dua minggu. Pada pekan pertama, baru sekitar 11–12 kontainer yang berhasil diperiksa. Ke depan, Andi menilai perlu ada penambahan alat, tenaga pemeriksa, serta sistem kerja bergilir agar proses lebih efisien. Ia juga berharap pemeriksaan bisa dilakukan secara sampling, bukan untuk setiap kontainer.
Baca juga : Tidar Warning Budi Arie, Gerindra Bukan Tempat Persinggahan Politik
Menurut Andi, pasar Amerika sebenarnya masih menunggu produk udang dari Indonesia. Dia menyebut, yang penting saat ini adalah transparansi, konsistensi menjaga kualitas, dan kerja sama erat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha. “Hanya itu cara agar kepercayaan pasar global bisa benar-benar pulih,” pungkasnya. Bambang Trismawan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 9 November 2025 dengan judul "Usai Badai Cesium-137 Udang RI Siap Bangkit Lagi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.