BREAKING NEWS
 

Di Indonesia Sports Summit 2025

Kemenkes Ungkap Fenomena ”Mager” Di Kalangan Remaja

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 8 Desember 2025 07:00 WIB
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi. Foto: Dok. Kemenkes

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan mengingatkan bahaya meningkatnya generasi “mager” atau malas gerak.

Data pemeriksaan kesehatan yang diperoleh dari Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan sebagian besar remaja belum aktif secara fisik. Kemenkes menilai kondisi ini sudah mengarah pada krisis kebugaran di usia muda.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi yang mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Indonesia Sports Summit 2025 di GBK Arena, Jakarta, Minggu (7/12/2025).

Baca juga : Perkuat Langkah, Percepat Transisi Pariwisata Hijau

Indonesia Sports Summit 2025 berlangsung meriah dan penuh energi anak muda. Pantauan Rakyat Merdeka di lokasi, sejak pagi ribuan pengunjung memadati area. Tak hanya anak muda, para lansia ikut menikmati rangkaian kegiatan.

Dekorasi warna-warni menghiasi kawasan acara dengan musik mengalun. Para peserta datang berkelompok sambil membawa perlengkapan olahraga. Suasananya makin ramai karena area dipenuhi Gen Z yang mengikuti berbagai kegiatan olahraga kekinian, diskusi publik, pertunjukan musik, hingga bazar. Sejumlah influencer media sosial dan selebritas juga terlihat memeriahkan acara.

Selain dari Kemenkes, forum ini menghadirkan Menpora Erick Thohir, Wakil Menpora Taufik Hidayat, Menpar Widiyanti Putri Wardhana, serta COO Danantara Donny Oskaria, bersama sejumlah pembicara lain.

Baca juga : Parpol Rame-rame Bantu Korban Bencana Sumatera

Dalam sesi konferensi pers, Maria menyebut remaja menjadi kelompok paling rentan mengalami krisis kebugaran. Dia membeberkan hasil pemeriksaan CKG secara nasional yang memperlihatkan kondisi masyarakat berada pada situasi yang memprihatinkan. “Masalah utamanya kurang aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik menjadi masalah utama masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Survei Kesehatan Indonesia mencatat 58 persen remaja berusia 10 sampai 14 tahun malas bergerak atau mager. Lansia di atas 65 tahun mencatat 52,8 persen kurang aktivitas fisik, dan remaja 15 sampai 19 tahun mencapai 50 persen. Kondisi itu memperlihatkan krisis gerak meluas di berbagai kelompok usia.

“Pemeriksaan pada 62 juta warga menemukan persoalan kebugaran yang mengkhawatirkan. Yang tidak bugar di usia remaja lebih dari 60 persen,” bebernya.

Baca juga : BRI Pastikan Pelayanan Perbankan Tetap Jalan

Catatan Elektronik Unit Kesehatan Sekolah (EUKS) menunjukkan mayoritas siswa dan remaja berada pada kategori kebugaran kurang. Hasil ini memicu kekhawatiran terhadap daya saing generasi muda di masa depan. Menurut Maria, tren olahraga yang ramai di kota-kota besar belum cukup mewakili kondisi nasional.

Maria mengatakan, masyarakat urban mulai mengikuti tren seperti klub lari dan gym, tetapi kesadaran berolahraga secara umum masih rendah. “Artinya meskipun ini sudah jadi tren tapi belum seluruh masyarakat itu mengikutinya,” ujarnya.

Adsense

Maria mengungkapkan, 95 persen kelompok dewasa belum berolahraga teratur sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Standar itu mensyaratkan minimal 150 menit aktivitas fisik per minggu, atau 30 menit per hari selama 5 hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense