Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemitraan Kemenpar–ILO
Perkuat Langkah, Percepat Transisi Pariwisata Hijau
Senin, 8 Desember 2025 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkuat langkah percepatan transisi menuju pariwisata hijau dengan menempatkan UMKM sebagai motor utama.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam “Policy Forum on Green Tourism MSMEs” di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Forum kebijakan ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, pergeseran menuju pariwisata hijau dan berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar atau fondasi bagi masa depan pariwisata Indonesia, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja, mata pencarian lokal, serta pelestarian budaya,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/12/2025).
Baca juga : Parpol Rame-rame Bantu Korban Bencana Sumatera
Istri pengusaha Wishnu Wardhana itu menjelaskan, sektor pariwisata Indonesia sedang mengalami transformasi signifikan. Indonesia kini bergerak dari promosi destinasi berbasis atraksi menuju pendekatan berbasis nilai yang menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama.
Perubahan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025–2029 yang menekankan pentingnya pengelolaan destinasi yang efektif, rantai pasok yang inklusif, penerapan prinsip ekonomi Biru, Hijau, dan Sirkular (BgCe), pembangunan infrastruktur hijau, penguatan kompetensi tenaga kerja, serta mekanisme pembiayaan yang ramah lingkungan.
Widiyanti menekankan penerapan pariwisata hijau dapat dimulai dari UMKM. Dia mendorong agar UMKM semakin berani mengadopsi model bisnis ramah lingkungan yang mempunyai banyak dampak positif, mulai dari mengurangi jejak karbon, melindungi keanekaragaman hayati, hingga menghormati tradisi dan kearifan lokal.
“Dengan transisi hijau, UMKM bukan hanya tumbuh secara berkelanjutan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang layak, perlindungan warisan alam, dan penguatan posisi Indonesia sebagai pemimpin pariwisata bertanggung jawab,” katanya.
Baca juga : BRI Pastikan Pelayanan Perbankan Tetap Jalan
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menyampaikan, ILO bersama badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lainnya bangga mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperluas pariwisata hijau melalui inovasi dan kemitraan lintas-sektor.
Simrin menambahkan kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penerapan praktik ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketangguhan, inklusivitas, dan daya saing sektor pariwisata Indonesia ke depan. Pariwisata hijau merupakan pendorong kuat pembangunan berkelanjutan dan penciptaan pekerjaan layak di seluruh ekosistem pariwisata.
“Dampaknya melampaui batas sektor, mulai dari perlindungan keanekaragaman hayati, pelestarian warisan budaya, hingga kontribusi terhadap aksi global mitigasi perubahan iklim,” ujar Simrin.
Sejak 2023, Kemenpar dan ILO telah bekerja sama dalam program Kemitraan Aksi untuk Ekonomi Hijau (Page) yang diinisiasi kemitraan global PBB. Fokus utama kolaborasi ini adalah mendukung UMKM agar mampu menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Baca juga : Pemerintah Gaspol Beri Bantuan Beras Dan Migor
Melalui program ini, dua lembaga itu telah menyelenggarakan Forum Pekerjaan Hijau untuk membahas pengembangan pariwisata terutama di kawasan kaya keanekaragaman hayati, serta menyelenggarakan pelatihan intensif untuk penguatan kapasitas SDM lokal melalui pelatihan bagi pelatih (ToT) dan pelatihan langsung bagi UMKM.
Hingga saat ini, program tersebut telah menghasilkan 19 pelatih tersertifikasi dan modul komprehensif yang mencakup kewirausahaan, literasi keuangan, dan pariwisata hijau. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 8 Desember 2025 dengan judul "Kemitraan Kemenpar–ILO Perkuat Langkah, Percepat Transisi Pariwisata Hijau"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya