BREAKING NEWS
 

PU Percepat Penanganan Ruas Kritis Terdampak Banjir, Konektivitas Tetap Terjaga

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 17 Desember 2025 13:41 WIB
Penanganan ruas kritis terdampak banjir Sumatera. (Foto: Dok. Kementerian PU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan ruas-ruas jalan nasional yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Fokus penanganan di Provinsi Sumatera Utara saat ini diarahkan pada ruas kritis Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Sipirok guna memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga.

Seperti dilansir dalam data resmi Kementerian PU, Selasa (16/12/2025), pada koridor Tarutung–Sibolga, penanganan dilakukan pada sejumlah titik kritis dari arah Tarutung dengan total panjang ruas terdampak sekitar 14 kilometer. Sementara itu, akses menuju Kota Sibolga tetap dapat ditempuh oleh masyarakat melalui jalur alternatif Sidikalang–Barus–Sibolga. 

Baca juga : Bencana Sumatera Tak Berdampak Negatif, Purbaya: Ekonomi Tetap Tumbuh Positif

Hingga kini, estimasi target penyelesaian belum dapat ditentukan karena masih terdapat beberapa titik yang belum teridentifikasi secara detail serta keterbatasan akses alat berat ke lokasi terdampak.

Adsense

Di sisi lain, ruas terdampak sepanjang 2,4 kilometer pada koridor Tarutung–Sipirok kini ditangani dari dua arah. Untuk mendukung mobilitas masyarakat, akses menuju Sipirok dari arah Balige tetap terbuka melalui ruas Jalan Provinsi Siborong-borong–Pangaribuan–Sipirok sepanjang 114 kilometer sebagai jalur alternatif. 

Baca juga : Mitigasi Jangka Panjang Harusnya Berbasis Riset

Pemerintah menargetkan perbaikan arus jalan kritis terdampak bencana akan rampung pertengahan Januari tahun depan. Berdasarkan data status penanganan bencana per 15 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.413 lokasi terdampak di tiga provinsi di Sumatera, dengan 477 lokasi di Aceh, 306 lokasi di Sumatera Utara, dan 630 lokasi di Sumatera Barat. Dampak bencana tersebut meliputi tanggul jebol dan kritis, jalan dan jembatan putus, hingga genangan di sejumlah ruas jalan.

Untuk mendukung penanganan darurat, Kementerian PU telah menurunkan 310 personel di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang berasal dari unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya. Personel tersebut melakukan respons cepat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat di daerah.

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Penanganan Bencana Alam Untuk Indonesia Raya

Pemerintah melalui Kementerian PU berkomitmen mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana sekaligus memastikan akses alternatif tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terputus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense