Dark/Light Mode

Bencana Sumatera Tak Berdampak Negatif, Purbaya: Ekonomi Tetap Tumbuh Positif

Selasa, 16 Desember 2025 07:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera tidak berdampak negatif terhadap perekonomian nasional. Menurut dia, ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh positif hingga akhir 2025. 

Purbaya mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk penanganan bencana tidak akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi justru berpotensi memberikan dampak netral hingga positif. 

“Kalau dihitung, itu justru bisa mendorong sedikit. Memang ada kerugian di satu sisi, tetapi ada pembangunan perumahan dan infrastruktur. Itu akan menambah pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (15/12/2025). 

Ia menjelaskan, rehabilitasi pascabencana di Sumatera akan mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui tambahan belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dinilai tidak signifikan. 

Selain itu, Kementerian Keuangan mendorong pemanfaatan skema pembiayaan, seperti pinjaman pemerintah daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pembangunan kembali infrastruktur rusak, termasuk jalan dan jembatan. 

Baca juga : Penembakan Maut Di Pantai Bondi, Seorang Tukang Buah Jadi Pahlawan

Purbaya menegaskan, pemerintah siap memberikan keringanan hingga pembebasan kewajiban pembayaran apabila infrastruktur yang dibiayai tersebut rusak atau hilang akibat bencana. “Kalau infrastrukturnya sudah hilang karena bencana, kewajibannya bisa kami bebaskan,” katanya. 

Ia juga memastikan anggaran penanganan bencana, termasuk pembangunan hunian sementara dan permanen bagi warga terdampak, telah tersedia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat ini, BNPB masih memiliki sisa anggaran sekitar Rp 1,3 triliun, selain tambahan usulan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. 

“Untuk tahun depan anggarannya sudah ada, tinggal disusun programnya,” ujar Purbaya. 

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV l-2025 juga didukung oleh berbagai insentif pemerintah menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Sejahtera senilai Rp 31 triliun. 

Hingga kini, realisasi penyaluran BLTS telah melampaui Rp 29 triliun dan sisanya masih dalam proses distribusi. “Pada triwulan IV, khususnya Desember, dorongan ekonomi seharusnya lebih baik dibandingkan tahun lalu,” kata Purbaya. 

Baca juga : Rakhmat Hidayat: Perlu Satgas Untuk Melakukan Pendataan

Selain bantuan sosial, pemerintah juga menyiapkan subsidi transportasi selama periode Nataru, mencakup kereta api, jalan tol, kapal laut, dan pesawat udara. Seluruh insentif tersebut telah diperhitungkan dalam anggaran negara. 

Purbaya menambahkan, secara umum kondisi perekonomian nasional menunjukkan perbaikan, meski masih terdapat beberapa pos anggaran yang perlu dikonsolidasikan agar penyalurannya lebih optimal. 

“Beberapa anggaran akan kami konsolidasikan supaya perputaran uang di sistem ekonomi bisa semakin lancar,” ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah akan meringankan beban keuangan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui restrukturisasi hingga penghapusan kredit usaha rakyat (KUR). 

Penghapusan tagihan KUR terdampak bencana tidak menggunakan APBN, melainkan bersumber dari subsidi bunga. Restrukturisasi akan dilakukan dalam jangka panjang dan mencakup seluruh sektor penerima KUR. 

Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Ini Wujud Nyata Kehadiran Negara

Pemerintah juga menyiapkan paket kebijakan ekonomi khusus bagi warga terdampak bencana. Tercatat sekitar 141 ribu debitur KUR terdampak dengan total baki debet mencapai Rp 7,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 63 ribu debitur berasal dari sektor pertanian dengan baki debet Rp 3,5 triliun. 

Sedangkan, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk David Sumual memperkirakan, bencana di Sumatera berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2025. Ia memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 5–5,1 persen, di bawah target sebesar 5,4 persen. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.