BREAKING NEWS
 

Pemulihan Pasca Bencana Dikebut

Pemerintah Mulai Realisasikan Hunian Sementara di Sumatera Barat

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 18 Desember 2025 06:35 WIB
Pemerintah terus melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana Sumatera. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar), sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan huntara dilakukan secara bertahap di beberapa kabupaten dan kota. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan huntara berlokasi di Jorong Taratak Teleng, Nagari Puluik-Puluik, yang saat ini masih berada pada tahap persiapan pelaksanaan dengan proses pematangan lahan.

“Saat ini proses pematangan lahan. Tahap I alokasi untuk 73 kepala keluarga,” demikian laporan BNPB, Rabu (17/12/2025).

Baca juga : Trimedya Motivasi Dan Bakar Semangat Atlet

 

Personel TNi mendukung percepatan pembangunan  hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Sumatera Barat. (Foto: BNPB)
Adsense


Sementara itu, di Kabupaten Lima Puluh Kota, pelaksanaan pembangunan huntara telah dimulai sejak 15 Desember 2025. Pembangunan dilakukan menggunakan format kopel atau barak sebagai solusi hunian sementara bagi warga terdampak. “Tahap I telah dimulai sebanyak 60 kepala keluarga, yaitu unit dalam format kopel atau barak. Kapasitas dalam satu kopel atau barak sebanyak lima unit, sehingga target pembangunan tahap awal sebanyak 12 kopel atau barak,” tulis BNPB dalam laporannya.

Pembangunan huntara juga dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Saat ini, kedua lokasi tersebut masih berada pada tahap pematangan lahan. Alat berat, material, serta personel TNI telah berada di lokasi untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.

Baca juga : Pertamina Retail Salurkan Bantuan Banjir dan Santuni Panti Asuhan di Sumbar

“Pelaksanaan dimulai tanggal 15 Desember 2025. Alat berat, material, dan personel TNI telah berada di lokasi,” jelas BNPB.

Untuk Kota Padang, usulan pembangunan huntara masih dalam proses penyusunan. Sementara itu, sebagian warga terdampak telah ditempatkan sementara di rumah susun Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah. Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota, BNPB mencatat progres fisik pembangunan huntara terus berjalan.

Hingga 17 Desember 2025, lahan yang telah dilakukan pembersihan atau clearing mencapai sekitar 4.700 meter persegi, atau sekitar 75 persen dari lahan yang dapat dimatangkan. Selain itu, pekerjaan pemasangan bouplank lantai telah dilakukan pada dua barak, sementara satu barak lainnya tengah memasuki tahap pengecoran lantai dengan progress sekitar 90 persen.

Baca juga : 8 Dari 35 Jembatan Berhasil Diperbaiki

Dalam pelaksanaan pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota, personel lintas satuan dikerahkan secara terpadu: 40 personel Kodim, 25 personel Yonif 131/Brs, serta 20 personel Zipur untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense