Dark/Light Mode

Jelang Pembukaan Pertandingan Gulat

Trimedya Motivasi Dan Bakar Semangat Atlet

Rabu, 17 Desember 2025 06:15 WIB
Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan meninjau latihan atlet jelang pembukaan cabor gulat SEA Games 2025 di Pacific Hall, Sriracha, Chonburi, Thailand, Selasa (16/12/2025). (Foto: Dede/RM)
Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan meninjau latihan atlet jelang pembukaan cabor gulat SEA Games 2025 di Pacific Hall, Sriracha, Chonburi, Thailand, Selasa (16/12/2025). (Foto: Dede/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Dede Hermawan, Wartawan Rakyat Merdeka dari SEA Games Thailand

Persiapan atlet gulat Indonesia jelang laga pembuka SEA Games 2025 Thailand, semakin matang. Mereka instens menjalani latihan untuk adaptasi lapangan. 

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Trimedya Panjaitan memberikan motivasi dan arahan langsung pada 12 atlet gulat yang mewakili Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara ini. 

“Kita berdoa dan fokus selama pertandingan. Anggap saja lawan kita bukan atlet Asian Games dan jangan ada beban,” kata Trimedya saat meninjau latihan atlet gulat Indonesia di Pacifi c Hall, Sriracha, Chonburi, Thailand, Selasa (16/12/2025). 

Baca juga : Raisa Tok, Tok…Resmi Menjanda

Selain itu, kata Trimedya, para atlet untuk konsentrasi penuh karena pemerintah sudah memberikan perhatian lebih untuk kemajuan olahraga. “Tolong hilangkan dulu ego sektoral, tapi pikirannya adalah untuk Indonesia,” katanya. 

Rencananya, di laga pembuka yang digelar hari ini (Rabu, 17/12/2025), cabang gulat akan mempertandingkan kelas grego roman putra. Indonesia akan menurunkan empat wakil yaitu Muhammad Aliansyah (67 kg), Andika Sulaeman (77 kg), I Gilang Saputra (87 kg) dan Ashar Ramadhan (97 kg). 

Dari keempat wakil tersebut, tiga di antaranya berstatus juara bertahan atau peraih medali emas di SEA Games 2023 Kamboja. Yaitu, Muhammad Aliansyah, Andika Sulaiman dan Gilang Saputra. 

“Untuk itu target tiga emas, dua perak dan satu perunggu adalah target realistis. Karena ada penurunan atlet dari 18 kelas menjadi 12 kelas,” ujarnya. 

Baca juga : Bertemu Lagi Di Istana, Prabowo-Dasco Bahas Bencana Dan Ekonomi

Sementara itu, Andika Sulaeman optimistis bisa memberikan hasil terbaik. Menurutnya, persaingan di kelasnya merata, termasuk Vietnam dan tuan rumah Thailand yang harus diwaspadai. 

“Tidak ada beban, meski saya berstatus sebagai juara bertahan. Kami akan fokus disetiap pertandingan, karena pegulat dari negara lain juga tentu akan tampil dengan kemampuan terbaiknya,” kata Andika. 

Pada kesempatan sebelumnya, Trimedya juga mengunjungi venue gulat di Pacipic Hall, Sriracha, Chonburi, Thailand. Kunjungan ini bagian dari upaya untuk melihat sejauh mana kesiapan panitia dalam melaksanakan pertandingan. 

Menurutnya, venue gulat sudah bagus dan memenuhi standar internasional. Bahkan, lanjutnya, penonton gulat bakal membludak dan ramai, karena berada di dalam pusat perbelanjaan. “Venue nya sudah bagus. Bahkan, lebih bagus dari SEA Games 2023 Kamboja,” ungkapnya. 

Baca juga : Ada Elite Cari-cari Kesalahan Soal Bencana Sumatera

Namun, Trimedya mengingatkan agar panitia bisa mengantisipasi jika terjadi keributan dan berada di pusat keramainan. “Yang penting panitia sudah mengantisipasi segala kemungkinan terburuknya,” katanya. 

Seperti diketahui, venue gulat sedianya akan digelar di Provinsi Songkhla, Thailand. Namun, karena pertimbangan kondisi banjir yang melanda kawasan Thailand Selatan akhirnya dipindah ke Chonburi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.