Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementerian PU Percepat Mobilisasi dan Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh
Sabtu, 13 Desember 2025 16:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi darurat guna memulihkan konektivitas antarwilayah.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses logistik, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat tetap berjalan. Pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama karena berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh sumber daya Kementerian PU dikerahkan secara maksimal sesuai arahan Presiden.
“Atas arahan Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat dapat segera pulih. Kami terus bekerja karena ini menyangkut mobilitas warga, distribusi bantuan, dan aktivitas pemulihan di lapangan,” ujar Menteri Dody, Sabtu (13/12/2025).
Berdasarkan hasil pemetaan Kementerian PU, bencana hidrometeorologi di Aceh menyebabkan putusnya 15 unit jembatan pada sejumlah ruas jalan nasional. Untuk penanganan darurat, kebutuhan jembatan Bailey di Provinsi Aceh ditetapkan sebanyak 18 unit.
Baca juga : Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai & Perbaikan Jalan di Sumut
Dari jumlah tersebut, 8 unit jembatan Bailey telah tersedia dan terpasang di beberapa lokasi prioritas, sementara 10 unit lainnya masih dalam proses pemenuhan dan mobilisasi dari berbagai wilayah di luar Aceh.
Sebaran kebutuhan 18 unit jembatan Bailey tersebut mencakup ruas-ruas strategis yang menghubungkan wilayah pesisir, dataran tengah, hingga kawasan pedalaman Aceh. Di wilayah Bireuen–Bener Meriah–Aceh Tengah, jembatan Bailey dibutuhkan di sejumlah titik, antara lain Teupin Mane, Alue Kulus, Weihni Enang-enang, Weihni Rongka, Timang Gajah, Weihni Lampahan, dan Jamur Ujung.
Sementara pada lintas Aceh Tengah–Nagan Raya hingga Lhok Seumot–Jeuram, jembatan Bailey diperlukan untuk memulihkan akses di Jembatan Krueng Beutong. Kebutuhan serupa juga terdapat di lintas Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning, meliputi Jembatan Krueng Pelang, Jeurata, dan Titi Merah, serta di ruas Simpang Uning–Uwaq pada Jembatan Lenang.
Adapun di wilayah Gayo Lues hingga Aceh Tenggara dan Kutacane, jembatan Bailey dibutuhkan di Jembatan Lawe Penanggalan, Lawe Mengkudu, serta dua titik badan jalan putus pada ruas Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.
Baca juga : Dinas LH Perkuat Protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja
10 Jembatan Siap Dipasang
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian PU memobilisasi jembatan Bailey dari berbagai sumber. Sebanyak 10 unit jembatan Bailey telah disiapkan, terdiri dari 1 unit milik BPJN Riau yang dikirim ke Kutacane, 6 unit dari BBPJN Kalimantan Timur, 2 unit dari Depo Citeureup, serta 1 unit dari BPJN Jambi.
Dukungan juga datang dari BUMN Karya, di antaranya 5 unit dari PT Adhi Karya, 3 unit dari PT Hutama Karya, dan 1 unit dari PT Nindya Karya.
Salah satu progres yang tengah berjalan adalah mobilisasi jembatan Bailey dari Balikpapan menuju Lhokseumawe. Hingga 13 Desember 2025 pukul 09.00 WITA, di Gudang BPJN Kalimantan Timur telah dilakukan pemilahan tiga set jembatan Bailey. Dua set telah disusun di atas delapan truk, sementara satu set lainnya dimobilisasi menuju Pelabuhan Kariangau menggunakan empat truk.
Di Pelabuhan Kariangau, rangka jembatan disusun ke dalam dua unit kontainer 40 feet dan sepuluh unit kontainer 20 feet. Proses mobilisasi ini didukung berbagai alat berat seperti crane, flatbed truck, excavator, hyap crane, dan forklift, baik di workshop maupun di pelabuhan.
Baca juga : Kemenhut Hentikan Pemanfaatan dan Pengangkutan Kayu di Sumatera
Selain jembatan Bailey, Kementerian PU juga mengerahkan 166 unit alat berat yang siap mendukung penanganan darurat infrastruktur di Provinsi Aceh. Dukungan tersebut turut melibatkan BUMN Karya, antara lain PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, PT Nindya Karya, PT Waskita Karya, serta BAP.
Seluruh unit teknis Kementerian PU terus memantau dan memastikan progres mobilisasi serta pemasangan jembatan Bailey berjalan efektif hingga kondisi infrastruktur kembali pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Kementerian PU terus berupaya agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” tandas Dody. (Adv)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya