BREAKING NEWS
 

Menkop Dorong Kopontren Berdaya Saing & Jalin Kemitraan Dengan Kopdes Merah Putih

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 18 Desember 2025 20:36 WIB
Menkop Ferry Juliantono (ketiga kiri) di acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Hal ini disampaikan Ferry dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025).

Acara tersebut dihadiri Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramiyanto, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, serta ratusan pelaku Kopontren dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Ferry mengatakan, Kopontren memiliki peran strategis sebagai mitra Kopdes/ Kel Merah Putih, baik dalam pengembangan usaha bersama, penguatan jejaring distribusi, maupun dukungan pembiayaan yang sehat.

“Kopontren hadir sebagai motor penggerak tata kelola dan manajemen koperasi, sebagai contoh bahwa koperasi dapat dikelola secara rapi, disiplin, dan berkelanjutan,” ujar Ferry.

Ia menyoroti pentingnya pengembangan Kopontren berbasis produksi untuk kemudian hasil produksi dari Kopontren dapat didistribusikan melalui Kopdes Merah Putih.

Dengan kemitraan dan sinergi yang erat tersebut, Kopontren dan Kopdes/Kel Merah Putih dapat tumbuh secara bersamaan.

Baca juga : Kemenkop Dan Kemenag Sepakat Berdayakan Ekonomi Umat Lewat Koperasi Ponpes & Masjid

“Saya ingin ini dijadikan sebagai salah satu pembahasan untuk pengembangan Kopontren di Jawa Tengah. Nanti akan kita kelompokkan, misalnya Kopontren mana yang produksi kecap, mana yang bikin sabun, dan lainnya,” ungkap Ferry. 

Sebagai upaya mewujudkan misi besar dalam pengembangan basis usaha Kopontren, Ferry mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) secara aktif melakukan pendampingan, inkubasi hingga memberikan dukungan pembiayaan.

"Nanti kita akan buat klasternya, LPDB mendampingi, diinkubasi, dan kemudian dibiayai sehingga hasil produksinya bisa dijual,” ungkapnya.

Ferry menekankan bahwa kemitraan Kopontren dan Kopdes Merah Putih akan memperkuat ekonomi desa. Sinergi keduanya yang terjalin dengan kuat memungkinkan perputaran uang dan ekonomi dapat bergerak dengan optimal di desa-desa.

Kemenkop saat ini mulai mengoptimalkan peran Kopontren dalam upaya menyukseskan program Kopdes Merah Putih melalui program pemagangan bagi pengurus, pengawas dan pengelola Kopdes Merah Putih.

Adsense

Melalui program ini diharapkan SDM akan meningkat sehingga Kopdes Merah Putih dapat beroperasi secara optimal.

“Banyak sekali Kopontren yang kita minta sebagai kakak asuh bagi Kopdes dan ada sebagian Koperasi Pesantren yang melakukan tempat magang bagi pengurus atau pengelola Kopdes,” kata Ferry.

Baca juga : Menkop Resmikan Command Center Percepat Digitalisasi & Pengawasan Kopdes Merah Putih

Ia optimistis melalui program Bimtek yang digelar di Jawa Tengah ini akan mampu melahirkan pengurus/pengelola koperasi yang kompeten sehingga dapat mendukung operasionalisasi Kopdes Merah Putih di masa mendatang.

“Harusnya Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Tengah bisa seperti di daerah lain, sehingga akan menjadi mitra yang baik bagi Kopdes Merah Putih," katanya.

Ferry menegaskan, dukungan Presiden terhadap pengembangan koperasi di Indonesia. Menurutnya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang tinggi untuk memastikan perekonomian dapat tumbuh berlandaskan kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana semboyan koperasi.

"Presiden berkali-kali bilang tentang pasal 33 UUD 45 tentang perekonomian disusun atas asas kekeluargaan, salah satunya melalui koperasi. Di tahun depan kita akan punya ekosistem baru terutama dengan beroperasinya 80 ribu Kopdes Merah Putih,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menekankan pentingnya Kopontren sebagai wadah pengembangan wirausaha.

Menurutnya salah satu wadah pengembangan wirausaha yang sesuai saat ini adalah Kopontren sebagai pengembangan ekonomi umat.

"Keberadaan Kopontren sangat penting menjadi pendukung mekanisme kehidupan ekonomi Pesantren,” ujar Sujarwanto.

Baca juga : Muswil Dekopinwil Kalteng, Menkop Tekankan Tata Kelola Hingga Kopdes Merah Putih

Ia menambahkan, Kopontren juga berfungsi sebagai sarana pembinaan santri untuk berwirausaha. Kemudian sebagai sarana pembinaan santri untuk berwirausaha.

Oleh karena itu penguatan Kopontren menjadi sangat penting dalam membangun ekonomi yang kuat, mandiri, berdaya saing.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut dalam mendukung kemajuan Kopontren khususnya di Jawa Tengah.

Dengan dukungan yang optimal, ia optimis di Jawa Tengah akan lahir Kopontren besar yang mampu mengelola ekonomi pesantren secara modern, profesional, berdaya saing, berlandaskan nilai syariah, dan mampu menjadi contoh secara nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense